Tutup
Teknologi

KiriminAja: Perisai E-Commerce Indonesia dari Ancaman RTS

382
×

KiriminAja: Perisai E-Commerce Indonesia dari Ancaman RTS

Sebarkan artikel ini
rts:-tantangan-baru-e-commerce-di-indonesia
RTS: Tantangan Baru E-Commerce di Indonesia

Jakarta – Pelaku e-commerce di Indonesia kini menghadapi tantangan serius terkait tingginya tingkat pengembalian barang atau Return to Sender (RTS).Kondisi ini dinilai dapat menghambat laju pertumbuhan bisnis daring secara keseluruhan.

RTS sendiri merupakan situasi ketika paket yang dikirimkan tidak berhasil sampai ke tangan pembeli dan akhirnya dikembalikan kepada penjual.Hal ini berpotensi menimbulkan beban operasional tambahan serta kerugian penjualan bagi para pelaku usaha.

Menurut laporan dari McKinsey, angka RTS di wilayah Asia Tenggara mencapai 15-20%, atau dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan ritel konvensional.Artinya, hampir seperlima dari total pengiriman berpotensi mengalami kegagalan sampai ke konsumen.

Selain menimbulkan biaya pengiriman balik, masalah RTS juga dapat menyebabkan kerugian inventori serta mengganggu arus kas perusahaan. Produk yang dikembalikan belum tentu dapat dijual kembali, terutama untuk kategori barang konsumsi atau kosmetik.CEO KiriminAja, Fariz GTJ, dalam keterangan resminya pada Rabu (9/7/2025) menjelaskan bahwa bagi pelaku UMKM, setiap paket yang gagal terkirim dapat menghambat perputaran dana dan merusak hubungan baik dengan pelanggan. “Konsumen yang kecewa karena paket tidak sampai bisa dengan mudah berpindah ke kompetitor,” ujarnya.

menanggapi tantangan tersebut, KiriminAja mengembangkan Return Management System (RMS) yang bertujuan untuk mengelola potensi RTS sejak dini. Sistem ini diklaim mampu mendeteksi risiko kegagalan pengiriman secara real-time dan memberikan solusi yang tepat bagi penjual.

RMS dilengkapi dengan berbagai fitur, seperti Undelivery dan tiket Bantuan, yang memberikan akses langsung kepada penjual untuk mengatasi kendala pengiriman yang mungkin terjadi. Selain itu, dashboard RMS juga menampilkan skor RTS dan penyebabnya, sehingga penjual dapat memahami dan mengantisipasi masalah dengan lebih akurat.

Dengan pendekatan proaktif ini, KiriminAja mengklaim bahwa tingkat RTS mereka stabil di angka 8-9%, jauh di bawah rata-rata industri. Fariz menambahkan pada Rabu (9/7/2025), “Kami tidak hanya mencatat paket yang gagal, tapi menjelaskan mengapa dan bagaimana mencegahnya.”