Tutup
EkonomiEnergiPerbankan

Konflik Meredam, Timur Tengah Hentikan Produksi Migas Massal

100
×

Konflik Meredam, Timur Tengah Hentikan Produksi Migas Massal

Sebarkan artikel ini
qatar,-saudi-hingga-israel-setop-produksi-gas-dan-minyak-imbas-perang
Qatar, Saudi hingga Israel Setop Produksi Gas dan Minyak Imbas Perang

Jakarta – Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Sejumlah negara di Timur Tengah dilaporkan menghentikan produksi gas dan menutup kilang minyak sebagai langkah antisipasi.

Penghentian operasional ini dilakukan sebagai langkah pencegahan di fasilitas minyak dan gas di seluruh Timur Tengah. Hal ini diungkapkan oleh sumber Reuters.

Qatar telah menghentikan produksi gas alam cair (LNG). Arab Saudi juga dilaporkan menutup kilang minyak terbesarnya setelah adanya serangan drone.

Gelombang serangan yang terjadi selama tiga hari terakhir telah menghentikan sebagian besar produksi minyak di Irak Kurdistan. Beberapa ladang gas utama Israel juga ditutup, menghambat ekspor ke Mesir.

Akibatnya, harga minyak dunia melonjak 13 persen, menembus US$82 per barel, level tertinggi sejak Januari 2025.

Konflik ini juga mengancam aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global.

Saudi Aramco, perusahaan minyak negara Arab Saudi, menutup kilang Ras Tanura berkapasitas 550 ribu barel per hari (bph). Kilang ini merupakan bagian dari kompleks energi di pesisir teluk yang menjadi terminal ekspor penting bagi minyak mentah Arab Saudi.

Di Irak, perusahaan seperti DNO, Gulf Keystone petroleum, Dana Gas, dan HKN Energy menghentikan produksi di ladang mereka sebagai langkah antisipasi.

Pemerintah Israel menginstruksikan Chevron untuk sementara menutup ladang gas raksasa Leviathan di lepas pantai Israel. Chevron juga mengoperasikan ladang gas Tamar di lepas pantai Israel, dan menyatakan fasilitasnya dalam kondisi aman.

“Perusahaan Energean menutup kapal produksi yang melayani ladang gas berukuran lebih kecil,” tulis Reuters.

di Iran, ledakan terdengar di Pulau Kharg, yang memproses 90 persen ekspor minyak mentah Iran. Dampak serangan tersebut terhadap fasilitas belum diketahui.

Iran adalah produsen minyak terbesar ketiga di OPEC, dengan produksi sekitar 3,3 juta barel minyak mentah per hari, ditambah 1,3 juta barel per hari kondensat dan cairan lainnya.

Pemerintah Qatar menyatakan fasilitas energi Qatar Energy diserang dua drone Iran pada Senin, dan otoritas masih menilai tingkat kerusakan.

Energi

Memahami Makna di Balik Perang Iran Vs Israel…