Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menyiapkan peta jalan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih 2025-2029.Peta jalan ini akan menjadi fondasi utama koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dari tingkat desa.
Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Stiadji, menyampaikan hal tersebut dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (9/7/2025).
Budi Arie menjelaskan, peta jalan ini dirancang untuk mewujudkan desa berdaya, mandiri, dan sejahtera melalui kekuatan koperasi. Peta jalan ini menguraikan tahapan pengembangan koperasi desa secara bertahap dan terukur.
“Pada tahun 2029, kami menargetkan hadirnya pilar-pilar kemandirian ekonomi desa dengan kooperasi sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Budi Arie.
Pada 2025, fokus utama adalah pembentukan badan hukum koperasi, pembangunan sarana pendukung, penerapan digitalisasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) koperasi.
di tahun 2026, koperasi akan memperkuat diri melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Tujuannya mengoptimalkan sumber daya dan keunikan masing-masing desa, menciptakan nilai tambah ekonomi dari sektor unggulan setempat.
Selanjutnya pada 2027, koperasi akan memasuki tahap konsolidasi jaringan untuk memperluas jangkauan dan memperkuat kolaborasi antar-koperasi. Fokus juga beralih pada hilirisasi produk, memastikan produk koperasi memiliki nilai jual lebih tinggi dan pasar lebih luas.
Pada 2028, koperasi ditargetkan fokus pada pengembangan produk unggulan berorientasi ekspor. Produk koperasi desa diharapkan bersaing di pasar global dan membuka peluang ekonomi lebih besar bagi masyarakat desa.Dalam rapat tersebut, kemenkop UKM mengajukan tambahan anggaran belanja Rp5,98 triliun untuk 2025, yang difokuskan pada penguatan koperasi Desa Merah Putih.
Untuk 2026, Kemenkop UKM mengusulkan anggaran Rp7,34 triliun yang dialokasikan untuk program penguatan koperasi.







