Tutup
FintechInvestasiNews

Kota Kecil Jadi Incaran Pembiayaan Digital, Pertumbuhan Ekonominya Lampaui Metropolitan

704
×

Kota Kecil Jadi Incaran Pembiayaan Digital, Pertumbuhan Ekonominya Lampaui Metropolitan

Sebarkan artikel ini
kota-kecil-jadi-incaran-pembiayaan-digital,-pertumbuhan-ekonominya-lampaui-metropolitan
Kota Kecil Jadi Incaran Pembiayaan Digital, Pertumbuhan Ekonominya Lampaui Metropolitan

Jakarta – Layanan pembiayaan digital kini mengincar kota-kota kecil dan berkembang di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang lebih menjanjikan di wilayah tersebut menjadi alasan utama.

Data menunjukkan,pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di wilayah tier-2 dan tier-3 melampaui kota metropolitan. Hal ini mendorong penyedia layanan pembiayaan digital memperluas jangkauan.

YesssCredit, salah satu penyedia layanan, mengumumkan pembukaan kantor pusat baru di Kuningan, Jakarta. Langkah ini menegaskan fokus perusahaan pada inklusi pembiayaan digital di kota kecil.

“Kami yakin, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya ditopang kota-kota besar, namun juga kota kecil dan berkembang,” kata Direktur Utama YesssCredit, welan Towai Palilingan, Rabu (24/9/2025).

Welan menambahkan, perusahaannya telah hadir di 30 provinsi, dari Sumatra hingga Kepulauan Maluku.

Laporan Twimbit “Empowering Indonesia 2024” menunjukkan, PDB per kapita metropolitan mencapai Rp158 juta. Sementara di kota tier-2 dan tier-3 hanya Rp73 juta.

Namun, pertumbuhan PDB di wilayah tier-2 dan tier-3 lebih cepat, dengan CAGR 6,6% (2018-2022), dibanding metropolitan yang hanya 5,4%.

Dari 163 juta penduduk perkotaan,76% tinggal di kota tier-2 dan tier-3. Ini menandakan potensi besar yang belum tergarap.

yessscredit bekerja sama dengan bank Jago dan Superbank sebagai lender. Perusahaan menyalurkan kredit melalui kemitraan dengan lebih dari 4.000 toko di berbagai daerah.

Saat ini, YesssCredit melayani lebih dari 1,65 juta pengguna terdaftar. Total penyaluran kredit sejak berdiri mencapai lebih dari Rp788 miliar.

“Fokus kami saat ini ada pada pembiayaan produk teknologi dan elektronik, yang banyak dipakai masyarakat untuk kebutuhan produktif,” ungkap Welan.

Direktur YesssCredit, Michael Li Meng, menyoroti peran teknologi sebagai pendorong akses pembiayaan. “Kami memadukan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dengan pendekatan human-centered untuk membuat proses persetujuan lebih cepat dan lebih mudah,” katanya.

YesssCredit menawarkan produk cicilan untuk pembelian barang bernilai besar seperti elektronik dan furnitur, dengan limit hingga Rp30 juta dan tenor hingga 24 bulan.

Direktur YesssCredit, Sylvia yulianti Sirait, menjelaskan produk ini didesain agar konsumen tidak terbebani. “Kami memastikan transparansi harga, tenor fleksibel, tanpa biaya tersembunyi atau lonjakan bunga mendadak,” ujarnya.

Sylvia menambahkan, pendekatan ini penting agar pembiayaan benar-benar menjadi instrumen yang membantu produktivitas, bukan menambah risiko.

Melalui strategi ini, YesssCredit menyatakan langkahnya untuk berperan dalam ekosistem pembiayaan digital yang lebih inklusif. Kehadiran di kota kecil dan berkembang diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan keuangan serta menjawab tantangan kesenjangan akses kredit di luar kota besar.