Tutup
News

KUR BRI Dorong Tommy Wavolta Kembangkan Bisnis Pakan Ternak Hingga Laris

222
×

KUR BRI Dorong Tommy Wavolta Kembangkan Bisnis Pakan Ternak Hingga Laris

Sebarkan artikel ini
kisah-pengusaha-pakan-ternak-dari-ponorogo-ini-buktikan-kur-bri-bisa-bikin-usaha-berkembang
Kisah Pengusaha Pakan Ternak dari Ponorogo Ini Buktikan KUR BRI Bisa Bikin Usaha Berkembang

ponorogo – Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI terbukti menjadi solusi permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tommy Wavolta, seorang pengusaha pakan ternak di Dukuh Jetis, Desa Plancungan, Kecamatan Slahung, Ponorogo, berhasil mengembangkan bisnisnya hingga menjangkau pasar luar daerah berkat dukungan KUR BRI.

Tommy menceritakan, pada tahun 2018, ia kesulitan mendapatkan modal untuk memulai usaha mandiri. “Waktu awal saya benar-benar nggak punya modal. Padahal kepengin punya usaha sendiri, hingga akhirnya saya diperkenalkan dengan KUR BRI,” kenangnya.

Sebelum fokus pada pakan ternak, tommy telah menjalankan usaha gas elpiji dan beternak ayam jawa super selama lima tahun. Pada tahun 2021, ia melihat peluang lebih besar di sektor peternakan kambing. dimulai dengan empat ekor kambing sebagai sarana belajar, kini Tommy memiliki hampir 60 ekor kambing.Namun,ia menghadapi tantangan terkait ketersediaan pakan yang memadai.

“Pelihara kambing makin banyak, pakan makin susah. Jadi saya kepikiran bikin pakan sendiri,” ujar Tommy.

Bersama istrinya, Dwi Eli Ernawati, Tommy mulai bereksperimen membuat pakan ternak dari limbah industri pangan.Bahan baku yang digunakan antara lain ampas tahu press dari bekasi, onggok atau gamblong dari Lampung, serta bahan lainnya dari jawa Timur. Onggok, limbah pengolahan tepung tapioka yang kaya karbohidrat, menjadi salah satu bahan utama pakan ternaknya.

Dwi Eli Ernawati menjelaskan, pihaknya mendatangkan onggok dari Lampung hingga 35 ton dalam sekali pengiriman, dan dilakukan dua kali dalam sebulan. “Ampas tahu juga sebulan sampai 25 ton,” ungkapnya.

Selain itu, Dara Farm juga mendatangkan bahan pakan dari limbah produksi dari wilayah Jawa Timur hingga mencapai 20 ton per bulan. Pakan olahan dara Farm kini menjadi andalan peternak di Ponorogo, Madiun, hingga Pacitan, dan dapat digunakan untuk berbagai jenis ternak, mulai dari unggas, kambing, domba, hingga sapi.dengan dukungan dua karyawan tetap dan tenaga lepas saat volume kerja meningkat, produksi pakan Dara Farm rata-rata mencapai 15 ton per bulan. Selain memproduksi pakan fermentasi, Tommy juga menanam rumput gajah dan hijauan pakan ternak lainnya untuk memenuhi kebutuhan hijauan, bahkan menjualnya kepada peternak di sekitar Ponorogo.

Tommy mengakui, keberhasilan usahanya tidak lepas dari dukungan modal KUR BRI. “Tanpa KUR BRI, saya mungkin tidak bisa memulai usaha.Pinjaman itu yang membantu saya berani melangkah,” tuturnya.

Tommy kini bercita-cita memiliki pabrik pakan ternak dengan merek sendiri agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. “Saya ingin punya brand pakan sendiri. Biar produk Dara Farm makin dikenal,” katanya penuh semangat.

Direktur Micro BRI,Akhmad Purwakajaya,menyatakan,BRI terus berkomitmen dalam mengimplementasikan Asta Cita untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran KUR. dengan akses pembiayaan yang semakin luas melalui KUR,diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang dapat tumbuh,berkembang,dan berkontribusi lebih besar dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional.

Hingga akhir Triwulan II tahun 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp83,88 triliun, atau setara 47,93% dari total alokasi KUR tahun ini sebesar Rp175 triliun. Penyaluran ini dilakukan dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan. KUR BRI terus didorong sebagai solusi keuangan bagi pengusaha UMKM untuk memperkuat kapasitas usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.