Tutup
News

Labuna, UMKM Rempah Asal Indonesia Melejit Berkat Kolaborasi dengan BRI

250
×

Labuna, UMKM Rempah Asal Indonesia Melejit Berkat Kolaborasi dengan BRI

Sebarkan artikel ini
labuna,-umkm-rempah-asal-indonesia-melejit-berkat-kolaborasi-dengan-bri
Labuna, UMKM Rempah Asal Indonesia Melejit Berkat Kolaborasi dengan BRI

Jakarta – Merek rempah lokal, Labuna, berhasil menarik perhatian konsumen di tengah ketatnya persaingan pasar. Produk yang berasal dari Mojokerto, Jawa Timur ini, kini menjadi salah satu pilihan utama di dapur masyarakat Indonesia.

Didirikan pada tahun 2017, Labuna, yang merupakan singkatan dari Lada Bubuk Nusantara, lahir dari semangat inovasi dan pemberdayaan. Rudi, pendiri Labuna, melihat adanya peluang pasar lada bubuk kemasan sachet yang belum banyak digarap oleh pelaku lokal.

Dengan komitmen menghadirkan rempah berkualitas dalam kemasan praktis, Rudi memulai usahanya dari nol. Seiring berjalannya waktu, Labuna terus berkembang dengan memperluas lini produk ke rempah-rempah lain seperti kunyit bubuk, ketumbar bubuk, hingga bumbu khas Nusantara lainnya. Distribusi produk Labuna kini menjangkau berbagai daerah di Indonesia, dari Aceh hingga sorong, Palu, Samarinda, dan kota-kota besar di Pulau Jawa.

transformasi Labuna sebagai UMKM naik kelas tak lepas dari peran BRI melalui programme Pengusaha Muda Brilian (PMB). Sejak bergabung dengan PMB pada 2022, Labuna mendapatkan pelatihan intensif, mentoring, hingga evaluasi menyeluruh dalam pengembangan produk, pemasaran, dan manajemen usaha.”Banyak hal bermanfaat dan membantu yang didapat dari PMB BRI,” ungkap Libri Annisa, Marketing Labuna.

Pencapaian Labuna sebagai UMKM binaan BRI terjadi pada ajang BRI UMKM EXPO(RT) 2025, di mana Labuna meraih penghargaan best Expo. Atas prestasi tersebut, BRI merekomendasikan Labuna untuk mewakili Indonesia dalam ajang Food & Hotel Asia (FHA) di Singapura. “Alhamdulillah kami diikutsertakan dalam event FHA oleh BRI, mewakili Indonesian pavilion, setelah mendapatkan gelar Best Expo pada BRI UMKM EXPO(RT) 2025,” kata Libri. Ia menambahkan, “Dari event tersebut kami mendapatkan banyak channel dari potential buyer, baik itu di Asia maupun dari berbagai benua lainnya.” Dukungan ini menjadi langkah awal labuna untuk masuk ke pasar ekspor dan memperkenalkan kekayaan rempah Nusantara ke dunia internasional. Omzet Labuna pun melonjak dari puluhan juta per bulan menjadi ratusan juta setiap bulan.

Melihat potensi pasar dan permintaan yang terus meningkat, Labuna berharap agar dukungan terhadap sektor hulu, khususnya petani rempah, juga diperkuat. “Jika petani juga diberi program pengembangan oleh BRI,akan ada peningkatan produksi. Ini penting agar keberlanjutan suplai tetap terjaga,” ujar libri.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menuturkan bahwa keberhasilan Labuna merupakan contoh nyata komitmen BRI dalam mendukung UKM untuk naik kelas. “Tak hanya memberikan pembiayaan, kami juga fokus pada peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar, termasuk pasar global,” jelas Agustya.

Menurut Agustya, prestasi Labuna tidak hanya mencerminkan keberhasilan satu entitas usaha, tetapi juga keberhasilan pendekatan strategis dalam membangun ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berdaya saing.”Semakin banyak UMKM seperti Labuna yang kami dorong untuk go global, semakin besar pula kontribusi sektor usaha rakyat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Agustya.

Labuna,dari Mojokerto,kini siap membawa harum rempah Indonesia ke panggung dunia.