Tutup
News

Layangan Ganggu, Puluhan Penerbangan di Soetta Batal Terbang

283
×

Layangan Ganggu, Puluhan Penerbangan di Soetta Batal Terbang

Sebarkan artikel ini
puluhan-penerbangan-pesawat-di-bandara-soetta-dibatalkan-gegara-layangan
Puluhan Penerbangan Pesawat di Bandara Soetta Dibatalkan Gegara Layangan

Tangerang – Aktivitas layang-layang kembali mengganggu penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Sebanyak 21 penerbangan mengalami penundaan atau pembatalan mendarat akibat gangguan ini.

AirNav Indonesia mencatat gangguan layang-layang terjadi sepanjang 4-6 Juli 2025.

Direktur Utama AirNav Indonesia,Capt. Avirianto Suratno,menyampaikan peringatan keras kepada masyarakat.Ia meminta warga tidak bermain layang-layang di sekitar bandara, terutama di jalur lepas landas dan pendaratan pesawat.

“Aktivitas penerbangan layang-layang di area Bandara Soekarno-Hatta menyebabkan 21 pesawat batal terbang dan mendarat,” ujar Avirianto, senin (7/7/2025).

AirNav Indonesia telah menerbitkan Notice to Airman (Notam) terkait gangguan layang-layang di area bandara. Notam Nomor A1912/25 menyebutkan lalu lintas penerbangan dari dan menuju Bandara Soetta diperkirakan mengalami keterlambatan.

“Kami menyayangkan masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan untuk tidak menerbangkan layang-layang di area sekitar bandara demi menjaga keselamatan penerbangan,” kata Avirianto.

Petugas Air traffic Controller (ATC) terpaksa mengalihkan sembilan pesawat ke bandara lain. Enam pesawat diperintahkan untuk go around, lima pesawat diminta membatalkan prosedur pendekatan (approach), dan satu pesawat diinstruksikan kembali ke bandara asal (return to base).”Alasan kami menerbitkan Notam karena aktivitas penerbangan layang-layang di final approach area sangat membahayakan keselamatan pesawat yang mau take-off atau landing di Bandara Soekarno-Hatta,” jelas Avirianto.

AirNav Indonesia memohon maaf kepada seluruh pengguna jasa penerbangan yang terdampak.

“Alasan petugas kami melakukan itu cuma satu, yaitu karena adanya ancaman keselamatan. Oleh karenanya, kami memohon dengan sangat kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bandara, untuk tidak menerbangkan layang-layang,” tegas Avirianto.

Sebagai tindak lanjut, AirNav Indonesia berkoordinasi dengan otoritas Bandara Wilayah 1, Polres Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa pura Indonesia, dan pihak terkait lainnya. Koordinasi dilakukan untuk penanganan melalui Ground Delay Program (GDP) dan Pre-Departure Clearance (PDC).

“Sekali lagi, kami mengajak seluruh masyarakat, demi keselamatan penerbangan, tolong setop main layang-layang dekat bandara. Mari kita ciptakan langit Indonesia yang aman dan bebas hambatan untuk kegiatan penerbangan,” pungkasnya.