Tutup
News

Lestarikan Bahasa Minangkabau, Balai Bahasa Sumbar Gelar Bimtek Guru Utama

219
×

Lestarikan Bahasa Minangkabau, Balai Bahasa Sumbar Gelar Bimtek Guru Utama

Sebarkan artikel ini
lestarikan-bahasa-minangkabau,-balai-bahasa-sumbar-gelar-bimtek-guru-utama
Lestarikan Bahasa Minangkabau, Balai Bahasa Sumbar Gelar Bimtek Guru Utama

Sawahlunto – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan sastra (BBPSB) RI tengah berupaya melestarikan bahasa daerah melalui programme Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD), sebagai respons terhadap kekhawatiran akan hilangnya identitas budaya tersebut. Program ini merupakan implementasi dari amanah Pasal 41 dan 42 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009. Di Sumatera Barat, program ini diwujudkan melalui Revitalisasi Bahasa Minangkabau yang menyasar guru utama.

Menurut Kepala Balai dan Kantor Bahasa Sumbar, Rahmat, guru utama dipilih dengan tujuan untuk menyebarluaskan pengetahuan kepada peserta didik dan guru lain di Sumatera Barat. “Guru utama yang dimaksud adalah guru yang dipilih agar bisa melakukan pengimbasan pada peserta didik dan guru di Sumbar,” ujarnya, Senin (9/6/2025).

Program yang memasuki tahun kedua di Sumatera Barat ini, pada tahun sebelumnya telah dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari rapat koordinasi pemangku kepentingan, diskusi kelompok terpumpun penyusunan modul, bimbingan teknis guru utama, pengimbasan dan pemantauan, Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), hingga selebrasi FTBI Nasional. Namun, pada tahun 2025, RBD difokuskan pada bahasa Minangkabau karena efisiensi anggaran. Meskipun demikian, terdapat 18 kegiatan yang dilaksanakan hingga awal agustus 2025, meningkat dari 5 kegiatan pada tahun sebelumnya.

Rahmat menambahkan bahwa bimbingan teknis ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru utama dalam mengajar dan melestarikan bahasa Minangkabau. Guru utama yang terlibat dalam kegiatan ini bertanggung jawab untuk mengimbaskan kompetensi yang diperoleh selama bimtek kepada pengajar sejawat dan siswa di sekolahnya.

Selain itu, guru utama diharapkan dapat memantau pembelajaran RBD di lingkungannya. Bimtek Guru Utama dalam Revitalisasi Bahasa Daerah (Minangkabau) ini dilaksanakan secara merata di 18 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat sejak Mei hingga agustus 2025.Koordinator Tim Kerja Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra BBPSB,Fitria Dewi,menyampaikan bahwa terlaksananya bimtek ini berkat koordinasi dan kolaborasi BBPSB dengan dinas pendidikan di setiap kabupaten/kota. “Bimtek di setiap kabupaten/kota tersebut diikuti oleh 40 orang peserta yang berasal dari guru SD/MI, guru SMP/MTs, dan staf dinas pendidikan,” jelasnya saat pelatihan di Sawahlunto (4/6). Lima pemateri diundang untuk berkeliling melakukan bimtek dengan metode TOT (Trainer of Trainer). Mereka adalah Yusrizal KW untuk Manulih Carito, S. Metron Masdison untuk Bacarito, Saparman untuk Manulih jo Mambaco Pantun, Jawahir untuk Badendang, dan Irwan Malin basa untuk Bapidato.Jawahir,usai memberi pelatihan di sawahlunto (3/6),mengungkapkan adanya perbedaan dari tahun sebelumnya. “Tahun ini, kami lebih dalam dalam melakukan bimbingan. Modul juga diperbaiki agar lebih efisien,” kata pedendang Minang lulusan Universitas Andalas tersebut.Bimtek ini merupakan tahapan pertama dari beberapa rangkaian program RBD tahun 2025. Melalui bimtek ini, diharapkan kelangsungan hidup bahasa dan sastra Minangkabau tetap terjaga serta tercipta ruang kreatif bagi penutur muda untuk terus menggunakan dan mengembangkan bahasa Minangkabau dalam aktivitas keseharian mereka.Kegiatan selanjutnya akan dilaksanakan di kota Padang Panjang,11-13 Juni 2025.