Tutup
News

Lima Tradisi Unik Pariaman: Tabuik, Pacu Jawi, Hingga Batagak Penghulu

289
×

Lima Tradisi Unik Pariaman: Tabuik, Pacu Jawi, Hingga Batagak Penghulu

Sebarkan artikel ini
tradisi-unik-di-sumbar-yang-mencerminkan-kearifan-lokal 
Tradisi Unik di Sumbar yang Mencerminkan Kearifan Lokal 

Pariaman – Sumatera Barat melestarikan beragam tradisi unik yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau. Tradisi-tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi juga cerminan nilai luhur dan kearifan lokal.

Berikut lima tradisi menarik yang masih hidup di Sumatera Barat:

1. Tabuik

Tabuik merupakan tradisi tahunan masyarakat Pariaman untuk memperingati wafatnya Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW.

Dalam upacara ini,masyarakat membuat struktur tinggi dari bambu dan kertas yang dihias menyerupai makhluk mitologis atau hewan.Tabuik kemudian diarak keliling kota dengan iringan musik tradisional dan tarian. Ribuan orang berpartisipasi membawa dan menggoyangkan tabuik sebelum dilarung ke laut sebagai simbol pembuangan kesedihan. Tradisi ini menjadi daya tarik wisata.

2. Pacu Jawi

Pacu Jawi adalah tradisi unik dan mendebarkan dari Tanah Datar. Lebih dari sekadar lomba, pacu jawi menjadi perayaan panen dan simbol kekuatan serta keberanian.

Pasangan sapi dihias indah dan dipacu di sawah berlumpur. Joki berusaha mempertahankan keseimbangan sambil memegang ekor sapi.

Sorak sorai penonton memeriahkan suasana. Pacu Jawi menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Tanah Datar.

3.Makan Bajamba

Makan Bajamba adalah tradisi makan bersama yang berasal dari Sumatera Barat, khususnya di kalangan masyarakat minangkabau.Lebih dari sekadar makan, makan bajamba menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, dan kesetaraan.

Beberapa orang duduk melingkari hidangan di atas dulang besar, berbagi makanan dengan tangan atau sendok secara bergantian.

Makan bajamba mempererat silaturahmi dan menghilangkan perbedaan status sosial. Tradisi ini sering dilakukan dalam acara adat, perayaan keagamaan, atau pertemuan keluarga.

4. Turun mandi

Turun Mandi adalah tradisi adat masyarakat Minangkabau sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak.

Bayi dimandikan pertama kali di sungai atau tempat pemandian umum untuk membersihkan diri dan memohon keselamatan.

Keluarga dan kerabat membawa perlengkapan mandi dan hadiah untuk bayi. Bayi dimandikan dengan air yang telah diberi doa dan ramuan tradisional.

Turun mandi menjadi simbol penerimaan bayi ke dalam masyarakat dan harapan akan masa depan yang cerah.

5. Batagak Penghulu

Batagak Penghulu adalah upacara adat penting dalam masyarakat Minangkabau yang menandai pengangkatan seorang pemimpin adat atau penghulu.

Proses ini menjadi wujud pelestarian nilai luhur dan sistem kepemimpinan tradisional.

Batagak Penghulu melibatkan musyawarah mufakat hingga penyampaian amanah dan tanggung jawab kepada penghulu yang baru diangkat.

penghulu yang baru diangkat diberikan pakaian adat kebesaran dan keris pusaka sebagai simbol kekuasaan dan tanggung jawab.

Batagak Penghulu menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan kaum, serta menegaskan komitmen menjaga adat dan tradisi Minangkabau.