Tutup
Teknologi

Lindungi Data: Strategi Adaptif Redam Serangan Siber

172
×

Lindungi Data: Strategi Adaptif Redam Serangan Siber

Sebarkan artikel ini
keamanan-data-hadapi-ancaman-siber-baru
Keamanan Data Hadapi Ancaman Siber Baru

Jakarta – Di tengah maraknya serangan siber, isu keamanan data menjadi krusial bagi organisasi. Perlindungan data bukan lagi sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari strategi menjaga keberlangsungan bisnis dan kepercayaan publik.

Perubahan pola serangan siber menuntut pendekatan keamanan yang lebih adaptif. Sistem keamanan tak cukup hanya mengandalkan perangkat, tetapi juga perlu memahami risiko dalam aktivitas operasional sehari-hari.

Leonardo Hutabarat, seorang profesional di bidang keamanan data dan cybersecurity, menilai pendekatan berbasis use case semakin relevan. Organisasi perlu memetakan risiko nyata agar sistem keamanan bekerja lebih presisi.

“Ancaman siber terus berkembang dan semakin kompleks, sehingga sistem keamanan perlu dibangun berdasarkan use case yang relevan dengan risiko aktual,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/12/2025).

Pendekatan use case memungkinkan organisasi menyusun skenario keamanan yang sesuai dengan karakteristik bisnis dan pola serangan. Potensi ancaman dapat dikenali lebih awal sebelum menjadi insiden besar.

Dalam praktiknya,use case keamanan mencakup deteksi akun yang terkompromi hingga penyalahgunaan hak akses. pendekatan ini membantu tim keamanan memperoleh visibilitas lebih baik terhadap aktivitas mencurigakan.

“Dengan use case yang tepat, tim keamanan dapat mengurangi false positive dan fokus pada insiden yang benar-benar berdampak,” tuturnya. Efisiensi ini penting agar sumber daya keamanan tak terbuang pada alarm yang tak relevan.

Pemanfaatan solusi analitik keamanan berbasis perilaku turut memperkuat efektivitas pendekatan tersebut. Korelasi data dan otomasi investigasi memungkinkan respons insiden dilakukan lebih cepat dan terarah.

Keamanan data juga terkait erat dengan tata kelola dan kepatuhan regulasi. Sistem yang dirancang matang dapat membantu organisasi menghadapi audit dengan lebih percaya diri.

Leonardo menekankan bahwa keamanan siber seharusnya menjadi fondasi tata kelola perusahaan, bukan beban tambahan. Integrasi keamanan ke dalam strategi bisnis dinilai mampu meningkatkan ketahanan organisasi secara menyeluruh.

“Keamanan siber harus menjadi bagian dari strategi bisnis agar organisasi lebih siap menghadapi risiko di masa depan,” jelasnya. Pendekatan ini dapat memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan dalam jangka panjang.