Tutup
InspirasiPojok

Lowongan Kerja Sepi hingga Saingan Banyak, Begini Kondisi Pasar Kerja di 2025

1482
×

Lowongan Kerja Sepi hingga Saingan Banyak, Begini Kondisi Pasar Kerja di 2025

Sebarkan artikel ini
lowongan-kerja-sepi-hingga-saingan-banyak,-begini-kondisi-pasar-kerja-di-2025
Lowongan Kerja Sepi hingga Saingan Banyak, Begini Kondisi Pasar Kerja di 2025

Jakarta – Persaingan ketat di pasar kerja global tahun 2025 memaksa para pencari kerja untuk lebih proaktif dalam mengembangkan diri dan memperluas jaringan.

Hal ini seiring dengan terbatasnya peluang kerja baru, meskipun tingkat pengangguran relatif stabil.

Mandi Woodruff-Santos, seorang pelatih karier dan pakar keuangan pribadi, menilai bahwa kondisi pasar kerja saat ini sangat menantang.

“Pasar kerja sekarang ini benar-benar ‘sampah’,” ujarnya seperti dikutip dari CNBC pada Kamis (31/7/2025).

Woodruff-Santos menambahkan, tantangan ini tidak hanya dirasakan oleh lulusan baru, tetapi juga oleh para profesional berpengalaman.

“Bahkan buat orang yang sudah punya banyak pengalaman, ini tetap berat. Jadi jelas, untuk fresh graduate, tantangannya jauh lebih besar,” imbuhnya.

Sejumlah ekonom melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan kini lebih selektif dalam merekrut karyawan dan cenderung hanya mengisi posisi-posisi krusial.

Selain itu, terjadi penurunan signifikan dalam jumlah karyawan yang mengundurkan diri, berbeda dengan tren “great resignation” beberapa tahun lalu.

The Conference Board mencatat penurunan tajam dalam kepercayaan CEO global pada kuartal kedua 2025, yang merupakan penurunan terbesar sejak 1976.

Ketidakpastian geopolitik, kebijakan perdagangan, dan isu tarif menjadi faktor risiko utama bagi dunia usaha.

Persentase CEO yang berencana menambah jumlah karyawan menurun dari 32% menjadi 28%, sementara persentase yang berencana mengurangi tenaga kerja meningkat 1 poin menjadi 28%.

Ekonom dari Indeed Hiring Lab, Cory Stahle, memperingatkan bahwa penurunan bertahap di pasar kerja tidak dapat berlangsung terus-menerus.

“Penurunan bertahap di pasar kerja tidak bisa berlangsung terus-menerus, pada titik tertentu, tidak akan ada lagi yang bisa dipertahankan,” tegasnya.

Stahle menjelaskan, perusahaan hanya dapat mempertahankan karyawan dalam jangka waktu terbatas dalam lingkungan kerja yang pertumbuhannya lambat.

Jika rekrutmen terus menurun, perusahaan pada akhirnya akan terpaksa melakukan PHK.

Menghadapi kondisi ini, Woodruff-Santos menyarankan para pencari kerja untuk memanfaatkan jaringan koneksi pribadi. “Jangan remehkan kekuatan relasi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya keluar dari zona nyaman untuk membangun jaringan profesional.

“Anda harus siap berada di situasi yang asing. Mungkin Anda enggak kenal siapa pun, tapi tetap datang, minta bantuan, dan belajar merasa nyaman dengan hal itu,” jelasnya.

Woodruff-Santos menyarankan agar para pencari kerja tetap aktif meningkatkan keterampilan yang relevan dengan industri yang dituju, misalnya melalui pelatihan, sertifikasi, proyek freelance, atau berpartisipasi dalam komunitas profesional, jika terpaksa menerima pekerjaan yang tidak sesuai dengan impian.