Tutup
News

Lulusan Ilmu Komputer Menjerit karena Susah Cari Kerja, Gara-gara AI?

266
×

Lulusan Ilmu Komputer Menjerit karena Susah Cari Kerja, Gara-gara AI?

Sebarkan artikel ini
lulusan-ilmu-komputer-menjerit-karena-susah-cari-kerja,-gara-gara-ai?
Lulusan Ilmu Komputer Menjerit karena Susah Cari Kerja, Gara-gara AI?

Jakarta – Lulusan ilmu komputer kini menghadapi tantangan berat di pasar kerja akibat pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Banyak fresh graduate kesulitan mendapatkan pekerjaan di sektor teknologi.

AI yang awalnya diciptakan untuk membantu, kini justru mengurangi peluang kerja bagi lulusan baru. Lowongan entry-level semakin sedikit karena perusahaan lebih memilih kandidat berpengalaman.

Berikut fakta-fakta sulitnya lulusan ilmu komputer mencari kerja di era AI,dilansir dari BBC:

Junior Job Sulit Didapat: Lulusan Newcastle University,Eddie Hart,terkejut dengan kondisi pasar kerja. Lowongan junior menuntut pengalaman minimal dua tahun.

Lowongan Turun 50 Persen: Laporan National Foundation for Education Research (NFER) di Inggris mencatat penurunan iklan lowongan kerja di sektor teknologi hingga 50% antara 2019/20 dan 2024/25.AI Saring Kandidat: Proses rekrutmen makin dipengaruhi AI. Kandidat merasa kurang dihargai karena wawancara dinilai oleh AI tanpa interaksi manusia.CV Harus “AI Pleasant”: Banyak kandidat gagal bukan karena kemampuan, melainkan karena CV tidak sesuai format yang dibaca mesin.

Risiko Hilangnya Regenerasi: jika junior developer tidak diberi kesempatan, industri berisiko kehilangan tenaga ahli berkualitas di masa depan.

Namun, ada juga optimisme. CEO Nutanix, Rajiv ramaswami, menilai generasi baru lebih adaptif dengan AI tools.

Sejarah menunjukkan disrupsi teknologi selalu menimbulkan ketakutan kehilangan pekerjaan,namun dalam jangka panjang menciptakan lebih banyak pekerjaan baru. Tantangannya adalah bagaimana lulusan baru bisa bertahan melewati masa transisi ini.