Tutup
News

Makan Bajamba Padang Pukau Dunia Melayu-Islam, Diplomasi Budaya Eratkan Bangsa

284
×

Makan Bajamba Padang Pukau Dunia Melayu-Islam, Diplomasi Budaya Eratkan Bangsa

Sebarkan artikel ini
hangatnya-makan-bajamba-di-rumah-gadang-padang,-delegasi-dunia-melayu-islam-terpikat
Hangatnya Makan Bajamba di Rumah Gadang Padang, Delegasi Dunia Melayu-Islam Terpikat

Padang – Diplomasi budaya melalui tradisi Makan Bajamba kembali digelar di Kota Padang, Jumat (8/8/2025) malam. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Gadang Baiturrahmah ini menjadi bagian dari kunjungan organisasi internasional Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI).

Tradisi kuliner Minangkabau ini bukan sekadar jamuan makan, melainkan sarana mempererat hubungan antarbangsa. Delegasi dari Malaysia, Indonesia, Singapura, dan negara rumpun Melayu-Islam lainnya hadir dalam acara tersebut. Para tamu duduk bersila dalam satu hamparan, menikmati hidangan khas Minangkabau sambil berbagi cerita dan mempererat persaudaraan.

Wali Kota padang, Fadly Amran, yang baru dilantik sebagai Ketua DMDI Sumatera Barat, menjelaskan bahwa Makan Bajamba mencerminkan kekayaan budaya Minangkabau. “Alhamdulillah, malam ini kita melaksanakan Makan Bajamba bersama ICCN dan DMDI. Kegiatan ini bukan hanya soal kuliner, tapi juga sarana memperkenalkan tradisi dan nilai kekeluargaan yang menjadi fondasi masyarakat kita,” ujarnya.

Fadly menambahkan,Makan Bajamba juga menyampaikan pesan moral tentang kebersamaan,penghormatan terhadap tamu,dan semangat musyawarah yang melekat pada masyarakat Minangkabau. Ia berharap pendekatan budaya ini dapat memperkuat posisi Kota Padang sebagai pusat gastronomi, kebudayaan, dan dakwah internasional. “semoga silaturahmi ini membawa keberkahan dan memperkuat posisi Padang sebagai kota dunia yang tetap memegang teguh adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah,” tegasnya.

Presiden DMDI, TYT Tun Seri Setia dr. H. Mohd Ali Bin Mohd Rustam, mengapresiasi keramahan dan kekuatan tradisi masyarakat Kota Padang. “Saya ucap tahniah kepada Pak Wali dan DMDI. Hari pertama dilantik, beliau sudah berjaya mengadakan acara Dakwah Serumpun. Ini langkah baik untuk menguatkan silaturrahim umat Melayu dan Islam dari berbagai negara,” ungkapnya.

Tun Seri Setia mengusulkan agar Kota Padang menjadi tuan rumah pertemuan tahunan dunia Melayu-Islam. Menurutnya, hal ini akan membuka ruang bagi pendakwah dan tokoh budaya dari berbagai negara untuk berbagi ilmu, mempererat ukhuwah, dan merancang program bersama.Lebih lanjut, Tun Seri Setia memuji rendang dan nasi Padang yang disajikan dalam momen Makan Bajamba. ia berharap kuliner Padang dapat diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. “Saya sejak umur 12 tahun sudah makan nasi Padang. Rendangnya luar biasa.Ini kuliner yang dicintai, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di Malaysia dan negara lain,” katanya. Menurutnya, nasi Padang bukan hanya makanan, tetapi identitas budaya yang mempersatukan masyarakat lintas negara.

Dengan diplomasi budaya Makan Bajamba,Kota Padang semakin menegaskan perannya sebagai simpul pertemuan dunia Melayu-Islam,pusat kebudayaan,gastronomi,dan persaudaraan yang melampaui batas geografis.