Bukittinggi – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang meningkat, menimbulkan kekhawatiran bagi warga sekitar. erupsi yang terjadi pada Jumat (18/7/2025) pukul 18.51 WIB, menyebabkan kolom abu setinggi kurang lebih 1.000 meter membumbung dari puncak, mencapai ketinggian 3.891 meter di atas permukaan laut.
Ahmad Rifandi, A.Md., Pengamat Gunung Api, melaporkan bahwa kolom abu berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal mengarah ke timur laut.”Erupsi masih berlangsung hingga laporan ini dibuat,” ungkapnya.
Menanggapi situasi tersebut, pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan serangkaian imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Imbauan tersebut mencakup larangan memasuki atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek, yang merupakan pusat aktivitas Gunung Marapi.
PVMBG juga mengimbau warga yang tinggal di lembah dan bantaran sungai yang berhulu di puncak Marapi untuk mewaspadai potensi lahar, terutama saat musim hujan. Selain itu,masyarakat diimbau untuk menggunakan masker jika terjadi hujan abu guna melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik.
Ahmad Rifandi mengingatkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Marapi bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. “Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi dan tidak panik,” tegasnya.
Pihaknya juga mengimbau semua pihak untuk menjaga suasana tetap kondusif, tidak menyebarkan hoaks, dan tidak terprovokasi oleh isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diharapkan selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan instansi resmi terkait.
Gunung Marapi, yang dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Sumatera Barat, telah menunjukkan peningkatan aktivitas dalam beberapa bulan terakhir. Erupsi kali ini menjadi perhatian serius bagi otoritas dan warga sekitar, mengingat potensi bahaya lanjutan yang mungkin timbul.







