Tutup
EkonomiNewsPendidikan

MBG Dongkrak Sektor Pertanian, Keluarga Rasakan Dampak Positif

118
×

MBG Dongkrak Sektor Pertanian, Keluarga Rasakan Dampak Positif

Sebarkan artikel ini
program-mbg-dinilai-bantu-dorong-sektor-pertanian-dan-pemberdayaan-perempuan
Program MBG Dinilai Bantu Dorong Sektor Pertanian dan Pemberdayaan Perempuan

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diprediksi tak hanya meningkatkan gizi masyarakat,tetapi juga memberikan dampak signifikan bagi perekonomian nasional. Sektor pertanian diperkirakan akan menjadi salah satu yang paling merasakan dampaknya.

Ekonom Universitas Indonesia, Dr. Fithra Faisal Hastiadi, mengungkapkan bahwa MBG akan mendorong pertumbuhan sektor pertanian karena menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif.

“Di kuartal IV-2025, kita tumbuh 5,39 persen (yoy).Motor penggeraknya adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 6,12 persen (yoy),” ujar Fithra, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, pertumbuhan sektor pertanian mencapai 5,33 persen (yoy) karena produknya terserap oleh program MBG.

Fithra menilai bahwa mitra pengelola program dan pengusaha mulai berinvestasi di produk hulu MBG, seperti pertanian dan peternakan. Hal ini menyebabkan lonjakan pertumbuhan di sektor pertanian.

“Pertumbuhan sektor pertanian tahun lalu tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Di 2025 tumbuh 5,33 persen,di 2024 cuma 0,68 persen,di 2023 hanya 1,31 persen. Pertumbuhannya signifikan,” jelasnya.

Survei Research Institute of Socio-Economic Progress (RISED) terhadap 1.800 orang tua menunjukkan bahwa MBG berdampak positif pada efisiensi anggaran rumah tangga.

Peneliti RISED, M. Fajar Rakhmadi, menyebutkan bahwa 36 persen responden mencatat penurunan pengeluaran harian karena berkurangnya biaya bekal dan uang saku anak.

Meskipun 63 persen keluarga melaporkan penghematan di bawah 10 persen dari total belanja bulanan, MBG dinilai efektif menjaga stabilitas pengeluaran rutin keluarga.Studi RISED juga menunjukkan dukungan terhadap keberlanjutan MBG mencapai 81 persen di kalangan orang tua rumah tangga rentan.

Orang tua siswa tidak hanya melihat MBG sebagai manfaat ekonomi, tetapi juga memberikan keamanan dan kenyamanan.”Di luar manfaat ekonomi, ada aspek ketenangan batin yang dirasakan orang tua. Salah satu responden mengungkapkan, ‘Saya jauh lebih tenang kalau anak pulang sekolah dalam keadaan senang karena sudah makan. Rasanya ada kenyamanan tersendiri bagi kami orang tua mengetahui anak tidak pulang dalam kondisi lapar’,” pungkasnya.