Jakarta – Aset digital, termasuk meme coin, kian populer dan menarik perhatian investor. Kenaikan harga yang cepat membuat banyak investor baru tergiur.
Namun, sebelum berinvestasi, penting untuk memahami perbedaan antara meme coin dan kripto konvensional.
Aset digital tidaklah sama. Ada yang diciptakan untuk solusi nyata dalam blockchain, ada pula yang sekadar lelucon internet.
Memahami karakteristik masing-masing akan membantu investor mengambil keputusan yang lebih aman dan terukur.
Berikut perbedaan utama antara meme coin dan kripto, dirangkum dari Telemetry, Kamis (20/11/2025):
1. Tujuan Penciptaan
Meme coin umumnya dibuat sebagai hiburan atau respons terhadap tren internet. Fungsi teknisnya lemah dan mengandalkan popularitas.
Kripto konvensional diciptakan dengan tujuan jelas, seperti sistem pembayaran, smart contract, atau platform aplikasi terdesentralisasi.
2. Nilai Esensial
Meme coin tidak memiliki fundamental yang kuat. Harganya dipengaruhi sentimen dan viralitas.
Kripto konvensional memiliki teknologi, ekosistem, dan utilitas yang terukur, sehingga nilai jangka panjangnya lebih terarah.
3. Risiko Investasi
Risiko meme coin jauh lebih tinggi. Harga bisa melonjak drastis, tetapi juga bisa jatuh dalam hitungan jam.
Kripto konvensional tetap fluktuatif, tetapi lebih stabil karena didukung pengembangan jangka panjang dan penggunaan nyata.
4. Peran Komunitas
Komunitas sangat berpengaruh pada pergerakan meme coin. Semakin aktif komunitas,semakin besar peluang harganya naik.
Pada kripto konvensional, komunitas tetap penting, tetapi pengembangan proyek lebih dominan dilakukan oleh tim teknis dan perusahaan blockchain.
5. Potensi Keuntungan
Meme coin menawarkan potensi keuntungan sangat cepat, tetapi risikonya sebanding. Banyak meme coin hilang setelah hype mereda.
Kripto konvensional memiliki pertumbuhan lebih berkelanjutan seiring meningkatnya adopsi teknologi.
6. Transparansi dan Keamanan
Meme coin seringkali tidak memiliki transparansi terkait tim,audit,maupun dokumentasi teknis. Ini meningkatkan risiko rug pull atau proyek ditinggalkan.
Kripto konvensional cenderung lebih transparan, memiliki audit keamanan, serta roadmap yang dapat ditinjau publik.
7. Akses di Bursa Kripto







