Tutup
News

Menaker Jamin Layanan K3 Berjalan Usai Wamenaker Terjaring OTT KPK

202
×

Menaker Jamin Layanan K3 Berjalan Usai Wamenaker Terjaring OTT KPK

Sebarkan artikel ini
menaker-yassierli-ungkap-nasib-layanan-k3-usai-wamen-immanuel-ebenezer-kena-ott-kpk
Menaker Yassierli Ungkap Nasib Layanan K3 Usai Wamen Immanuel Ebenezer Kena OTT KPK

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) setelah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan (wamenaker) Immanuel Ebenezer terkait pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan, pelayanan K3 akan tetap berjalan meskipun ada proses hukum yang sedang berlangsung.Dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/8/2025), Yassierli menyampaikan, pihaknya telah berupaya membangun sistem yang lebih baik. “Layanan K3 tetap berjalan,” tegasnya.

Yassierli menjelaskan,upaya perbaikan sistem tersebut meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia,pembenahan layanan,hingga penerapan pakta integritas. Ia juga mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian ini,mengingat tingginya angka kecelakaan kerja yang memerlukan percepatan layanan K3.

Lebih lanjut, Yassierli menerangkan bahwa sertifikasi K3 melibatkan Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3) sebagai mitra karena pemerintah tidak dapat melakukan sertifikasi secara mandiri. “Jadi melibatkan PJK3, di situlah kita harus pastikan bahwa mereka itu punya komitmen. Kita sudah lakukan itu. Bahkan kemarin saya sampaikan, PJK3 yang belum melakukan komitmen ulang pakta integritas, kita tahan dulu izinnya,” jelasnya.Menaker juga telah melaksanakan Pakta integritas dengan hampir seribu Perusahaan Jasa K3 (PJK3) di Indonesia, yang bertujuan untuk mencegah praktik suap, pemerasan, dan gratifikasi. Ia mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi praktik-praktik tersebut.

“Tapi tetap, ini proses dari suatu sistem yang sudah lama. Jadi memang perbaikan itu butuh upaya-upaya yang kemudian harus lebih intens lagi. Dan inilah yang terus menjadi pekerjaan rumah kami ke depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, hingga Kamis (21/8/2025) sore, pihaknya telah mengamankan 14 orang terkait OTT wamenaker Immanuel Ebenezer. “Sampai dengan saat ini yang diamankan 14 orang,” ungkapnya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Namun, Budi belum memberikan informasi lebih detail mengenai identitas pihak-pihak yang diamankan. “Pihak-pihak yang diamankan, barang bukti, dan juga konstruksi perkaranya nanti kami akan update ya,” pungkasnya.