Tutup
EkonomiNews

Menghadapi 2026: Pencari Kerja Susun Strategi Baru

186
×

Menghadapi 2026: Pencari Kerja Susun Strategi Baru

Sebarkan artikel ini
kabar-buruk!-2026-diprediksi-jadi-tahun-yang-sulit-untuk-pencari-kerja
Kabar Buruk! 2026 Diprediksi Jadi Tahun yang Sulit untuk Pencari Kerja

Jakarta – Pasar kerja di tahun 2026 diperkirakan tidak akan jauh berbeda dengan tahun 2025.

Prediksi ini berdasarkan analisis terbaru dari platform pencarian kerja, Indeed.

Laporan tahunan ‘2026 Jobs & Hiring Trends report’ dari Indeed memberikan gambaran tren yang akan terjadi di pasar kerja tahun depan.

“2026 akan berbeda, tetapi tidak akan sulit dikenali,” demikian bunyi laporan tersebut, seperti dikutip dari inc, Senin (1/12/2025).

Laporan tersebut memprediksi tingkat pengangguran akan sedikit naik, namun tidak mengkhawatirkan.

Jumlah lowongan kerja diperkirakan stabil, namun tidak akan mengalami pertumbuhan signifikan.

Pertumbuhan PDB juga diprediksi tetap positif, meski cenderung lesu.

Ketidakpastian ekonomi global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar kerja.

Kebijakan tarif yang belum jelas, penurunan imigrasi, perubahan kebijakan moneter, dan pasar tenaga kerja yang terasa menjebak, menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Indeed memperkirakan pertumbuhan PDB sebesar 1,8 persen, penciptaan 7,1 juta lapangan kerja baru, dan tingkat pengangguran 4,4 persen akan bertahan sepanjang tahun 2026.

Tren Low-Hire, low-Fire Berlanjut

Laporan Indeed juga menyoroti tren ‘low-hire, low-fire’ yang diperkirakan akan terus berlanjut.

Dalam kondisi ini, perusahaan cenderung menunda perekrutan karena keraguan terhadap prospek ekonomi.

Namun, perusahaan tidak cukup khawatir untuk melakukan PHK skala kecil.

Kondisi ini memberikan keuntungan bagi perusahaan dalam negosiasi gaji, tunjangan, dan penawaran kerja.

Perusahaan juga memiliki kendali lebih besar dalam memberikan kenaikan gaji atau bonus kepada karyawan lama, sesuai dengan kebutuhan bisnis, bukan permintaan pasar.

Pekerja juga menyadari sulitnya mencari pekerjaan baru di tengah ketidakpastian ekonomi.

hal ini mendorong banyak orang untuk memilih bertahan di posisi yang sudah mereka miliki.

Namun,laporan Indeed juga mengakui adanya asumsi yang belum tentu stabil.

Salah satunya adalah harapan bahwa pekerja berpenghasilan menengah dan rendah tidak akan lagi mengurangi konsumsi akibat tekanan inflasi.

sementara rumah tangga berpenghasilan tinggi tetap menjadi motor utama pertumbuhan PDB.