Tutup
News

Menhub Bentuk Tim Audit Independen Evaluasi Anjloknya KA Argo Bromo

198
×

Menhub Bentuk Tim Audit Independen Evaluasi Anjloknya KA Argo Bromo

Sebarkan artikel ini
menhub-bentuk-tim-audit-independen-evaluasi-anjloknya-ka-argo-bromo
Menhub Bentuk Tim Audit Independen Evaluasi Anjloknya KA Argo Bromo

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merespons cepat insiden anjloknya Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di Subang, Jawa Barat, pada Jumat (1/8/2025) dengan membentuk tim audit independen. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan, evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Dudy Purwagandhi menjelaskan, evaluasi tidak hanya akan berfokus pada pemulihan teknis, tetapi juga mencakup seluruh aspek terkait insiden tersebut. Kemenhub, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mengawasi proses pemulihan dan memastikan operasional kereta api, khususnya di jalur yang terdampak, dapat kembali berjalan optimal, aman, dan andal.

“Pemulihan fisik saja tidak cukup. Pemerintah akan memperkuat sistem deteksi dini dan meningkatkan standar pemeliharaan prasarana perkeretaapian,” ujar Dudy dalam keterangannya, Senin (4/8/2025).

Menhub memastikan langkah cepat dan terukur telah diambil sejak awal kejadian. Koordinasi intensif antara Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dilakukan untuk memprioritaskan keselamatan penumpang dan personel.”Atas nama pemerintah, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim di lapangan yang telah bekerja tanpa henti selama lebih dari 16 jam. Ini adalah bukti nyata bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas kami,” kata menhub.

Dudy menambahkan, insiden ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan sistem perkeretaapian nasional secara proaktif dan berkelanjutan. “Kami tidak hanya berkomitmen untuk memperbaiki,tetapi juga untuk mencegah. Keselamatan harus menjadi budaya dalam setiap aspek penyelenggaraan transportasi,” tegasnya.

Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono, menambahkan bahwa insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada kedua jalur (hulu dan hilir), serta sekitar 4 kilometer prasarana mulai dari titik sinyal blok hingga area wesel. Evakuasi sarana dilakukan bertahap sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi, melibatkan kereta penolong, unit crane, dan tim teknis gabungan.

“Proses pengangkatan sarana dilakukan secara bertahap mulai tadi malam hingga Sabtu pagi ini, dengan koordinasi intensif untuk menjamin keselamatan personel dan kelancaran operasi,” jelas Allan. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan sistem perkeretaapian nasional secara berkelanjutan.