Jakarta – Pemerintah Indonesia menjadikan generasi muda melek teknologi sebagai aset bangsa. mayoritas penduduk, sekitar 70 persen, berusia di bawah 35 tahun.
Menteri keuangan Arab Saudi, Mohammed Al-Jadaan, menekankan pentingnya fleksibilitas dan adaptasi bagi generasi muda Indonesia. Hal ini disampaikan di tengah fokus pemerintah pada pengembangan sektor teknologi.
Al-Jadaan menyarankan agar generasi muda tidak terpaku pada jurusan kuliah tertentu. “Yang terpenting adalah meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan perubahan,” ujarnya, seperti dikutip dari saudi Gazette, Senin (20/10/2025).
pemerintah Indonesia akan fokus pada bidang teknologi yang memiliki keunggulan kompetitif. Strategi ini dipilih daripada mengikuti tren kecerdasan buatan (AI) secara membabi buta.
“Beberapa negara mencoba melakukan segalanya dengan AI. Itu sangat berisiko,” tegas Al-Jadaan. Ia menekankan perlunya selektivitas dalam memilih bagian rantai nilai AI yang akan dikuasai.
Al-Jadaan juga menyoroti strategi utang Arab Saudi yang konservatif. Rasio utang terhadap PDB negara tersebut termasuk yang terendah di antara negara-negara G20.
Menurutnya, defisit anggaran adalah pilihan kebijakan untuk meminjam dan berinvestasi pada strategi yang menciptakan produktivitas, lapangan kerja, dan peluang bisnis.
Kunci pinjaman berkelanjutan terletak pada produktivitas.Pinjaman harus diarahkan ke aset produktif yang memberikan imbal hasil bagi generasi mendatang.
Menanggapi pertanyaan tentang ambang batas utang, Al-Jadaan menyatakan bahwa Arab Saudi kemungkinan besar tidak akan mencapai rasio utang terhadap PDB sebesar 50 persen.
“Kalaupun mencapai 50 persen, yang kemungkinannya kecil, masalahnya bukan pada angka melainkan ke mana uang itu pergi,” pungkasnya. Ia menambahkan bahwa investasi pada infrastruktur dan SDM adalah hal yang positif.
al-Jadaan juga menegaskan bahwa proyek-proyek raksasa tidak akan dilanjutkan jika didasari ego masing-masing kementerian/lembaga.







