Tutup
EkonomiPerbankan

Mentan Amankan Impor Beras AS, Genjot Ekspor Beras

122
×

Mentan Amankan Impor Beras AS, Genjot Ekspor Beras

Sebarkan artikel ini
amran-soal-impor-1.000-ton-beras-dari-as:-itu-beras-khusus
Amran soal Impor 1.000 Ton Beras dari AS: Itu Beras Khusus

Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan rencana impor 1.000 ton beras dari Amerika Serikat (AS) tidak akan mengganggu swasembada beras nasional.

Menurutnya, impor ini hanya untuk jenis beras khusus dengan volume yang sangat kecil dibandingkan stok beras nasional.

“Sudah swasembada beras. Stok di Bulog meluber hampir 4 juta ton. Kalau dibagi 1.000 ton itu kecil sekali,hanya 0,0004 persen,” kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan,Jakarta selatan,Selasa (3/3).

Amran menegaskan angka impor ini tidak signifikan dibandingkan cadangan beras pemerintah yang mencapai 4 juta ton.

Bahkan,Indonesia berencana mengekspor beras dalam waktu dekat. “Minggu depan kita akan ekspor 2.000 ton,” ujarnya.

Dijelaskan,beras yang diimpor dari AS adalah beras khusus seperti basmati,yang memiliki segmen pasar tersendiri.

Jenis beras ini biasanya dikonsumsi oleh turis atau investor asing yang datang ke Indonesia. “Beras yang diimpor itu beras khusus, basmati, untuk turis dan investor yang datang,” jelas Amran.

Ia membandingkan rencana impor 1.000 ton beras dari AS dengan rencana ekspor 2.000 ton beras dalam waktu dekat.

Menurutnya, ekspor beras dalam jumlah yang lebih besar menunjukkan posisi Indonesia yang lebih kuat dalam perdagangan beras.

“Mana lebih bagus? Kita akan ekspor 2.000 ton minggu depan, sementara impor 1.000 ton belum pasti, itu pun beras khusus,” tegasnya.

Rencana impor beras ini tercantum dalam perjanjian dagang resiprokal AS-RI. Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia akan memastikan impor beras dari AS melebihi 1.000 metrik ton per tahun.

Selain beras, komitmen peningkatan impor juga mencakup komoditas pertanian lain seperti apel, daging sapi, jagung, kedelai, gandum, kapas, etanol, hingga buah anggur.