Jakarta – Kementerian pertanian (kementan) bergerak cepat mengamankan harga pangan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Operasi pasar akan digencarkan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menstabilkan harga di berbagai daerah.
menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga harga pangan tetap stabil.
“Kita pantau harga sayur-sayuran naik, harga cabai naik. Kami minta seluruh tim kita lakukan operasi pasar, terutama menghadapi Natal dan Tahun Baru,” ujar Mentan Amran usai acara pelepasan bantuan Kementan Peduli di Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Kenaikan harga komoditas hortikultura, terutama cabai dan sayuran, menjadi perhatian utama pemerintah.
Mentan Amran telah menginstruksikan jajaran Direktorat Jenderal Hortikultura untuk memperkuat distribusi cabai dan bawang merah. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem, longsor, dan banjir yang sering terjadi saat periode Nataru.
Di sisi lain, Mentan Amran menyoroti tren deflasi dan stabilitas harga beras dalam beberapa bulan terakhir.
“Alhamdulillah, beras selama 2-3 bulan terakhir mengalami deflasi.Ini tidak pernah terjadi dalam tujuh tahun terakhir, terutama di periode paceklik,” ungkapnya.
Meski demikian, operasi pasar tetap akan dilakukan untuk menjaga stabilitas harga beras hingga akhir Desember.
Stok beras nasional saat ini berada pada level tertinggi dalam sejarah, mencapai 3,7 juta ton yang seluruhnya berasal dari produksi dalam negeri.
“Ini stok tertinggi sepanjang sejarah. Prediksi sampai akhir tahun berada di angka 3,65-3,67 juta ton. Masalah beras indonesia insyaallah aman,” tegas Mentan Amran.
Dengan stok pangan yang kuat dan langkah responsif melalui operasi pasar serta penguatan distribusi,kementan memastikan stabilitas harga tetap terjaga memasuki periode Nataru.
Pemerintah berkomitmen hadir di lapangan dan bergerak cepat untuk melindungi masyarakat dari gejolak harga, sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi di seluruh daerah.
Mentan Amran juga menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan ke daerah terdampak bencana berasal dari dua sumber,yaitu bantuan pemerintah dan Kementan Peduli.







