Tutup
AgrobisnisNewsRegulasi

Mentan Pacu Ekspor Jagung, Produksi Nasional Diklaim Surplus

351
×

Mentan Pacu Ekspor Jagung, Produksi Nasional Diklaim Surplus

Sebarkan artikel ini
mentan-tegaskan-produksi-jagung-ri-surplus
Mentan Tegaskan Produksi Jagung RI Surplus

Jakarta – Indonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam ekspor jagung dunia.

Hal ini menyusul pengumuman Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, yang menyatakan produksi jagung nasional surplus dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Mentan Amran dalam rilis resminya, Jumat (18/7/2025), menyampaikan bahwa produksi jagung dalam negeri saat ini sangat kuat.

“Jagung Indonesia kuat. Produksinya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Ini adalah bukti nyata dari kerja keras petani, penyuluh, dan semua pihak yang terlibat dalam pembangunan pertanian,” ujarnya.

Amran menambahkan, dengan pendekatan yang terukur dan terintegrasi, pihaknya tidak hanya menjaga kestabilan produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan nilai tambah bagi petani.

“Dengan pendekatan yang terukur dan terintegrasi,kita tidak hanya menjaga kestabilan produksi,tetapi juga meningkatkan efisiensi dan nilai tambah bagi petani,” imbuhnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen mencapai 8,07 juta ton pada periode Januari-Juni 2025.

Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 12,9 persen secara year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan produksi sebesar 7,15 juta ton.

Menurut Mentan Amran, surplus produksi jagung ini menjadi modal penting untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global dan memperkuat cadangan pangan nasional.

Amran juga memberikan apresiasi kepada para petani atas capaian ini.

“Petani kita luar biasa. Dengan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah, kami optimis Indonesia bisa mencapai swasembada dan ekspor jagung secara konsisten,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mentan Amran menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan produksi jagung agar dapat terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani. “Data dan fakta sudah sangat jelas. Jagung kita kuat, petani kita hebat. Tinggal kita jaga bersama agar tetap berkelanjutan dan berdampak langsung ke kesejahteraan petani,” pungkasnya.