Lumajang – Pemerintah Republik Indonesia menargetkan swasembada gula nasional dalam beberapa tahun ke depan melalui implementasi serangkaian strategi yang komprehensif. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Pertanian saat menghadiri acara panen dan tanam tebu yang berlangsung di Kebun Lumajang 3 AFD, Desa Banter Barat, Kabupaten Lumajang, jawa Timur, Selasa (10/6/2025).Fokus utama pemerintah saat ini adalah peningkatan produksi tebu secara signifikan. “Kita fokus tebu, semoga dua hingga tiga tahun, paling lambat empat atau lima tahun, Indonesia bisa mulai meraih swasembada gula,” ujar Menteri Pertanian, menekankan optimisme pemerintah terhadap target yang ditetapkan.
Untuk mencapai target tersebut, enam strategi kunci telah dirancang dan akan diimplementasikan. Strategi-strategi ini mencakup penguatan penyuluhan kepada petani, perbaikan sistem pengelolaan perkebunan tebu, penyediaan sarana produksi termasuk kemudahan akses pupuk, irigasi, pengelolaan tanah, serta penetapan harga yang menguntungkan petani.
“Kalau ini diberesin semua, swasembada jadi kenyataan,” jelasnya, sebagaimana tertulis dalam keterangan resmi Kementerian Pertanian, Rabu (11/6/2025), menyoroti pentingnya implementasi menyeluruh dari strategi yang telah dirancang.
Implementasi strategi ini membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan sektor swasta. pemerintah berupaya keras untuk meningkatkan produktivitas gula nasional,yang saat ini berada di angka sekitar 4 ton per hektar. Pemerintah menargetkan untuk mengembalikan produksi gula per hektare ke angka 14 ton, seperti yang pernah dicapai pada era 1930-an. “Ini berarti harus ada yang dibenahi. doakan mudah-mudahan minimal produksi gula kita bisa seperti jaman dulu lagi, minimal 14 ton lah produksinya,” ungkapnya.
Dengan tren produksi yang ada, pemerintah optimis bahwa kebutuhan gula konsumsi dalam negeri dapat terpenuhi sepenuhnya paling lambat pada tahun 2026. “Kita penuhi dulu gula konsumsi. Kalau tadi Pak Dirut bilang, paling lambat tahun depan gula konsumsi sudah beres. Tapi jangan hanya gula konsumsi. Kita kejar juga gula industri. Kalau ini berhasil, kita bisa menghemat devisa hingga Rp 40 triliun,” tuturnya, menjelaskan target yang lebih luas dari sekadar pemenuhan kebutuhan konsumsi.
Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2023 menargetkan swasembada gula konsumsi pada tahun 2028, serta swasembada gula industri dan bioetanol pada tahun 2030. Produksi gula nasional pada tahun 2024 tercatat sebesar 2,46 juta ton, meningkat 8,57 persen dari tahun 2023. Namun, kebutuhan nasional mencapai 8,1 juta ton, sehingga masih diperlukan tambahan 5,6 juta ton untuk mencapai swasembada.







