Tutup
EnergiKonsumenNews

Mentawai Membara: Pemadaman Listrik Picu Aksi, PLN Didemo

109
×

Mentawai Membara: Pemadaman Listrik Picu Aksi, PLN Didemo

Sebarkan artikel ini
listrik-sering-padam,-ormas-kepemudaan-mentawai-datangi-pln-ulp-tuapejat
Listrik Sering Padam, Ormas Kepemudaan Mentawai Datangi PLN ULP Tuapejat

Mentawai – Aksi protes mewarnai kantor PLN ULP Tua Pejat, Sipora, Kepulauan Mentawai, Senin (2/3/2026). Sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) geruduk kantor tersebut, menuntut kejelasan terkait pemadaman listrik berkepanjangan.

Pemadaman listrik yang terjadi hingga 6 jam sehari, bahkan selama bulan Ramadan, menjadi pemicu utama kemarahan warga.

Aksi yang dinamai “Mentawai Terang” ini dipimpin oleh Ketua OKP Mentawai, Mikel Wau, dan Ketua KNPI Mentawai, Ibarani Paranta.

Sekitar 100 peserta aksi menyampaikan keluhan masyarakat yang merasa dirugikan akibat pemadaman listrik.

Manajer PLN ULP Tuapeijat Sipora, Hadi Parmana, menyambut langsung para demonstran dengan pengamanan dari Polres Kepulauan Mentawai.

Mikel wau menyampaikan tuntutan berdasarkan UU Ketenagalistrikan, UU Perlindungan Konsumen, dan Peraturan Menteri ESDM.

Tuntutan tersebut meliputi hak masyarakat atas listrik yang andal, berkualitas, serta kompensasi jika pelayanan tidak memenuhi standar.

Masyarakat merasa dirugikan karena kerusakan barang elektronik, penurunan omzet pelaku usaha kecil, terganggunya aktivitas bengkel, toko pulsa, warnet, fotokopi, hingga kegiatan belajar siswa dan pelayanan publik di rumah sakit serta puskesmas.

“Kami menuntut kejelasan penyebab seringnya listrik padam, jadwal pemadaman yang jelas, tidak ada lagi pemadaman mendadak, mekanisme ganti rugi, dan langkah nyata menstabilkan listrik,” tegas Mikel.

Sempat terjadi dorong-mendorong antara peserta aksi dan Manajer PLN karena jawaban yang dianggap tidak memuaskan.

Perwakilan aksi kemudian diizinkan berdialog dengan pimpinan PLN di ruang pertemuan.

Namun, pihak PLN belum dapat memberikan penjelasan terkait tuntutan, dan pimpinan PLN meninggalkan ruangan.

Merasa tidak dihargai, peserta aksi melanjutkan demonstrasi ke DPRD Mentawai.

Hingga saat ini, belum ada kejelasan dari DPRD terkait tuntutan tersebut.