Padang Pariaman – Dalam kunjungan kerja ke Sumatera Barat (Sumbar), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengevaluasi penanganan Jembatan Kiambang A yang rusak akibat banjir di Kabupaten Padang Pariaman pada September 2023.
Jembatan Kiambang A, berada di jalan nasional lintas tengah Sumatera, jalur vital Padang-Pekanbaru, akan segera digantikan untuk mendukung konektivitas antar wilayah Sumatera Barat.
Perbaikan ini, kata Basuki, mendukung konektivitas yang baik untuk meningkatkan aliran barang, jasa, dan manusia, dan berpotensi meningkatkan produktivitas ekonomi.
“Pembangunan infrastruktur seperti jembatan, flyover, dan underpass akan memperlancar konektivitas dan aksesibilitas lalu lintas, memberikan alternatif bagi warga, meningkatkan produktivitas ekonomi,” ujar Basuki.
Jembatan Kiambang A, berumur 49 tahun, mengalami kerusakan pada pilar tengah P2 akibat banjir pada September 2023. Pilar miring dan lantai jembatan mengalami penurunan.
Thabrani, Kepala BPJN Sumatera Barat, menyatakan penanganan sementara telah dilakukan dengan pengalihan lalu lintas, pembersihan debris, dan pemasangan rambu peringatan. Penanganan permanen akan segera dilaksanakan dengan Dokumen Engineering Design (DED) yang sudah tersedia.
Selain Jembatan Kiambang A, Kementerian PUPR juga menangani dampak banjir dengan memperbaiki ruas jalan longsor di Batas Payakumbuh-Batas Riau. Ada 48 titik longsor yang sudah ditangani, sementara di ruas Batas Sawah Lunto terdapat 12 titik longsor yang telah fungsional, dan satu titik badan jalan amblas masih dalam progres penanganan.







