Pangkalpinang – BUMN Holding industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) terus memperkuat komitmennya dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai programme Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada empat pilar utama.
Pilar tersebut meliputi pendidikan, lingkungan, pengembangan Usaha Mikro Kecil (UMK), dan kegiatan sosial.
Division Head of Corporate Social Responsibility MIND ID, Satya Nugraha, menegaskan bahwa program TJSL bukan hanya untuk keberlanjutan operasional perusahaan.
“Bagi MIND ID, program sosial bukan sekadar upaya memperoleh kepercayaan masyarakat, tetapi langkah nyata untuk membangun bersama masyarakat dari daerah,” ujar Satya dalam kegiatan Sosialisasi MediaMIND 2025 di Gedung Graha Timah, Pangkalpinang.
Pada bidang pendidikan, MIND ID telah memberikan beasiswa kepada 4.069 siswa.Selain itu, perusahaan juga memberikan pelatihan peningkatan kapasitas untuk 503 guru, serta pelatihan keterampilan bagi 267 masyarakat pada tahun 2024.
MIND ID juga aktif mendukung pengembangan UMK dengan memberikan pelatihan kepada 650 orang.
Perusahaan juga melakukan promosi untuk 300 UMK, dan membantu 113 UMK binaan naik kelas.Di bidang lingkungan, MIND ID secara konsisten menggandeng masyarakat dalam upaya pemulihan hutan dan ekosistem pantai.
Pada tahun 2024,perusahaan membangun pembibitan satu juta bibit tanaman.Selain itu, MIND ID juga menanam 42 ribu pohon mangrove, serta menyediakan akses air bersih dan sanitasi layak bagi 177 rumah tangga.
department Head corporate Dialog PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, menambahkan bahwa PT Timah berupaya memberikan dampak maksimal dalam setiap program tanggung jawab sosialnya.
“Secara historis kegiatan tanggung jawab sosial sudah dijalankan sejak lama dan kami terus berkomitmen untuk menjalankan kegiatan ini agar lebih banyak lagi manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” kata Anggi.
Salah satu contohnya adalah Program Mobil Sehat Timah yang telah menjangkau puluhan ribu masyarakat pelosok dan menjadi fasilitas yang ditunggu oleh masyarakat.







