Tutup
News

Muhammadiyah Fokus Kuatkan BPRS, Tunda Dirikan Bank Syariah

301
×

Muhammadiyah Fokus Kuatkan BPRS, Tunda Dirikan Bank Syariah

Sebarkan artikel ini
muhammadiyah-belum-mau-dirikan-bank-umum-syariah,-apa-alasannya?
Muhammadiyah Belum Mau Dirikan Bank Umum Syariah, Apa Alasannya?

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk melakukan konsolidasi Bank Perekonomian rakyat Syariah (BPRS) yang berada di bawah naungannya. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal untuk mendirikan bank umum syariah (BUS) Muhammadiyah di masa depan.

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengungkapkan, OJK telah menyurati pihaknya terkait potensi besar Muhammadiyah untuk mendirikan BUS. “OJK berharap Muhammadiyah memiliki sebuah BPRS yang besar dan kuat, yang kelak dapat menjadi cikal bakal berdirinya BUS Muhammadiyah,” ujarnya, Senin (14/7/2025).

Meski demikian, Anwar menjelaskan bahwa pendirian BUS belum menjadi prioritas utama saat ini. “Meskipun demikian, mendirikan BUS untuk saat ini belum ada rencana walau desakan dari bawah atau dari kalangan anggota cukup kuat, karena banyak hal yang harus dipersiapkan baik dari segi permodalan, jaringan, IT dan sumber daya manusianya,” jelasnya.

Sebagai informasi, BPR Matahari artadaya yang berada di bawah naungan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) telah resmi dikonversi menjadi BPRS Matahari atau bank Syariah Matahari (BSM) pada akhir Juni 2025. Konversi ini telah mendapatkan izin dari OJK.

PP Muhammadiyah pun mengeluarkan Surat Imbauan Nomor 124/HIM/I.0/C/2025 yang mengimbau seluruh unsur persyarikatan di semua tingkatan untuk menempatkan dana pihak ketiga (DPK) di BSM. Imbauan ini ditujukan kepada Organisasi otonom (Ortom) serta Amal Usaha (AUM) di bidang pendidikan,kesehatan,sosial,ekonomi dan lainnya.

Selain itu, PP Muhammadiyah juga mengimbau elemen persyarikatan untuk menggunakan aktivitas keuangan di BSM, mengelola transaksi keuangan kelembagaan melalui layanan perbankan BSM, serta mendukung sosialisasi dan partisipasi aktif dalam pengembangan BSM di wilayah masing-masing.

Anwar menambahkan,langkah ini diyakini akan membawa manfaat besar bagi Persyarikatan,masyarakat sekitar,serta pengembangan nilai-nilai ekonomi syariah yang inklusif. “Bank ini diharapkan menjadi kemandirian ekonomi umat dan alat dakwah di bidang keuangan,” tulis anwar dalam surat tersebut.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae sebelumnya telah mengonfirmasi mengenai konversi BPR Matahari Artadaya menjadi BPRS Matahari. dian berharap, setelah konversi, bank tersebut bertransformasi menjadi BUS melalui penggabungan dengan BPRS lainnya milik Muhammadiyah.

“itu sebenarnya ganti nama dulu (menjadi BPRS Matahari), kemudian baru yang lainnya (BPRS lainnya bergabung). Nanti mudah-mudahan bisa begitu (BPRS Matahari menjadi perusahaan cangkang). Nanti mungkin sampai bank umum juga (diharapkan menjadi BUS Muhammadiyah),” kata Dian usai menghadiri opening Ceremony BSI International Expo 2025 di Jakarta, Kamis (26/6/2025).

OJK sendiri sedang mendorong konsolidasi perbankan, termasuk di industri perbankan syariah. OJK menargetkan sebanyak tiga hingga lima bank syariah hasil konsolidasi akan terbentuk dalam waktu jangka menengah, yang diharapkan dapat menyaingi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Konsolidasi ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan sektor perbankan syariah nasional, meningkatkan ekspansi usaha, dan mendorong pangsa pasar syariah menjadi minimal 10 persen dari total industri perbankan nasional. OJK optimistis bahwa langkah ini akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kapasitas dan integritas perbankan syariah di indonesia.