Tutup
NewsPariwisata

Muhidi Inisiasi Anjungan Sumbar TMII Jadi Ikon

164
×

Muhidi Inisiasi Anjungan Sumbar TMII Jadi Ikon

Sebarkan artikel ini
ketua-dprd-sumbar-muhidi:-anjungan-sumbar-di-tmii-harus-jadi-etalase-ranah-minang
Ketua DPRD Sumbar Muhidi: Anjungan Sumbar di TMII Harus Jadi Etalase Ranah Minang

Jakarta – Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, menekankan pentingnya Anjungan Sumatera Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai daya tarik wisata utama. Ia berharap anjungan ini dapat meningkatkan jumlah wisatawan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Muhidi menegaskan bahwa Anjungan Sumatera Barat harus menjadi representasi kebanggaan ranah Minang. Anjungan ini harus menampilkan kekayaan budaya,adat,dan tradisi Minangkabau kepada wisatawan domestik dan mancanegara.

“Sarana, prasarana, dan promosi yang memadai adalah prioritas utama.Tujuannya agar budaya dan adat Minangkabau semakin dikenal luas,” kata Muhidi saat meninjau Anjungan Sumatera Barat di TMII, Jakarta, Sabtu (8/11).

Ia juga menyoroti pentingnya peran pengelola dalam memberikan pelayanan profesional dan fasilitas yang nyaman. Menurutnya, kualitas pelayanan akan menjadi kunci untuk menarik minat wisatawan.

Muhidi mengimbau Badan penghubung Sumatera Barat untuk memastikan seluruh karyawan anjungan aktif mempromosikan potensi budaya daerah. selain itu, karyawan juga harus responsif terhadap kebutuhan pengunjung.”Setiap petugas harus menjadi duta budaya minangkabau. Sikap ramah, informasi lengkap, dan kesiapan melayani adalah promosi terbaik,” tegasnya.

Ia juga meminta Badan Penghubung untuk terus berkoordinasi meningkatkan fasilitas di Anjungan Sumatera Barat. Tujuannya agar pelayanan kepada pengunjung semakin optimal.

Kepala Seksi Promosi Daerah, Sari Anggraini, mengungkapkan beberapa fasilitas yang perlu ditingkatkan, termasuk pengadaan mobil dan motor listrik, serta pembangunan toilet tambahan.

Sari menambahkan bahwa Anjungan sumatera Barat termasuk lima anjungan yang paling banyak dikunjungi di TMII. Pengunjungnya berasal dari wisatawan lokal maupun mancanegara.