PADANG – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumatera Barat (Sumbar) berupaya meningkatkan kreativitas anak melalui pelatihan pembuatan gantungan handphone. Sebanyak 83 murid SD Pertiwi 2 mengikuti pelatihan pembuatan strap (gantungan) handphone dari bahan akrilik.
Kegiatan yang berlangsung di lantai 1 gedung Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar,Jumat (1/8) lalu,menghadirkan Yessi Priasti sebagai narasumber.Sebelum pelatihan, para murid diajak berkeliling perpustakaan untuk mengenal berbagai koleksi buku dan layanan yang tersedia.Setelah tur literasi, mereka mengikuti kelas akrilik bersama Yessi, membuat strap HP dari bahan akrilik.
Para murid didampingi tiga guru mereka, Rahma, Yovina, dan Rusniati (Bu Opet) tampak antusias belajar membuat strap HP dari bahan akrilik. Yessi pun tak kalah semangat dalam memberikan pengajaran.Ketua Tim Layanan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumbar,Rozi,S.I.P, mengapresiasi kesediaan Yessi Priasti berbagi ilmu dan kreativitas. “aktivitas kreatif ini bertujuan menstimulasi kecerdasan motorik anak dan memberikan inspirasi kegiatan literasi yang menarik di sekolah,” ujarnya dalam sambutannya.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar, Jumaidi, S.pd., M.Pd., didampingi Kepala Bidang Layanan, Otomasi dan Kerjasama Perpustakaan Prov. Sumbar, Fajri Rahmad Ersya, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi tempat mencari informasi, tetapi juga menghadirkan program inklusi sosial. “dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar tak sekadar menjadi tujuan belajar bagi masyarakat mencari sumber informasi dan kepustakaan, tapi juga menghadirkan program inklusi sosial yang ada di Perpustakaan Provinsi Sumbar, yang membuka ruang kolaborasi dan pembelajaran bagi semua kalangan masyarakat,” tuturnya.Jumaidi menambahkan, kegiatan ini merupakan wujud nyata transformasi perpustakaan menjadi ruang literasi keterampilan yang inklusif dan kreatif. Ia juga menyampaikan bahwa program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial bertujuan memperkuat peran perpustakaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ini bertujuan memperkuat peran perpustakaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga kemampuan literasi meningkat yang berujung kepada peningkatan kreativitas dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.Kepala SD Pertiwi 2, Hj. Nensi Suspita, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar atas fasilitas pelatihan yang diberikan.”Terima kasih kepada narasumber, Ibu Yessi Priasti yang telah berbagi ilmunya untuk anak didik kami,” ucapnya.







