Tutup
Perbankan

Mutiara Kembangkan Ekonomi, Industri Pakan Jadi Fokus Utama

139
×

Mutiara Kembangkan Ekonomi, Industri Pakan Jadi Fokus Utama

Sebarkan artikel ini
wamentrans-dorong-industrialisasi-jagung-kawasan-transmigrasi-mutiara
Wamentrans Dorong Industrialisasi Jagung Kawasan Transmigrasi Mutiara

Jakarta – Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menerima kunjungan Wakil Bupati Muna, La Ode Asrafil, kamis (15/1).Pertemuan di Kantor kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, membahas pengembangan Kawasan Transmigrasi Mutiara.

fokus utama pertemuan adalah perkembangan Kawasan Transmigrasi Mutiara dan rencana program untuk tahun 2026.

La Ode Asrafil menyampaikan apresiasi atas dukungan program kegiatan di tahun 2025.

“Terima kasih bapak Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi atas dukungan program kegiatan di tahun 2025,” ujar La Ode.

Sejumlah proyek telah rampung dan dimanfaatkan masyarakat. Di antaranya rehabilitasi 5 gedung SD, pembangunan 4 toilet sekolah, dan peningkatan jalan sepanjang 4,2 kilometer.

Untuk tahun anggaran 2026, diusulkan program yang lebih beragam. Rencananya meliputi pembangunan jembatan, talud, jalan penghubung, dan jalan lingkungan di kawasan transmigrasi.

Kawasan Transmigrasi Mutiara meliputi 5 kecamatan: Maligano, Wakorumba, pasir Putih, pasikolaga, dan Batukara. Total penduduknya mencapai 25.375 jiwa.

Kawasan yang dibuka tahun 2010 ini berada di jalur strategis antara buton Utara, Buton, Baubau menuju Kendari dan dilalui jalan negara.

Viva Yoga mengapresiasi nama Mutiara yang merupakan singkatan dari nama-nama kecamatan di kawasan tersebut.

“‘M’aligano, Wakor’U’mba, Pasir Pu’TI’h, Pasikolag’A’, dan Batuka’RA’. Nama kawasan transmigrasi, Mutiara, sangat bagus,” kata Viva Yoga dalam keterangan tertulis, Jumat (16/1).

Penamaan ini mirip dengan konsep Wakatobi, gabungan nama pulau utama. Status lahan di Mutiara juga baik, dengan 858 bidang bersertifikat tanpa sengketa.

Viva Yoga mendorong pengembangan komoditas unggulan. Data menunjukkan produksi jagung 1.262,50 ton (517 hektare), kelapa 1.850 ton (1.938,90 hektare), dan daging sapi 7.040 kilogram (4.633 ekor).

Jagung dari Mutiara sudah dikirim ke Makassar. Namun,peternak ayam menghadapi kendala harga pakan.

Menanggapi hal ini, Viva Yoga mengusulkan pembangunan industri pakan ternak di Mutiara. Potensi ini besar karena produksi jagung melimpah dan menjadi bahan baku pakan ternak dari Makassar.

Viva Yoga menegaskan komitmen mendukung pembangunan kawasan Transmigrasi Mutiara. Tujuannya menciptakan kawasan pertumbuhan ekonomi baru yang meningkatkan kesejahteraan transmigran dan warga setempat di Sulawesi Tenggara.

“Kita dukung Mutiara sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.