Tutup
Teknologi

Nataru Menggembirakan, Penipuan Digital Mengintai

214
×

Nataru Menggembirakan, Penipuan Digital Mengintai

Sebarkan artikel ini
hati-hati,-libur-nataru-jadi-ladang-panen-penipu
Hati-hati, Libur Nataru Jadi Ladang Panen Penipu

Jakarta – Masyarakat Indonesia bersiap membelanjakan Rp120 triliun untuk liburan Natal 2025 dan tahun Baru 2026 (Nataru).

Namun, di balik euforia itu, ancaman penipuan digital mengintai. Kerugian akibat penipuan ini tidak main-main.

Data Indonesia Anti-Scam Center (IASC) mencatat, Rp8,2 triliun lenyap akibat penipuan dalam setahun terakhir. Ironisnya,hanya 4,76 persen dana korban yang berhasil diselamatkan.

IASC mencatat 373.129 laporan penipuan sejak November 2024 hingga 30 November 2025.Artinya,rata-rata ada 874 laporan penipuan setiap hari.

Dari 619.394 rekening yang dilaporkan terkait penipuan, hanya 117.301 rekening yang berhasil diblokir.

Pendiri dan kepala Eksekutif VIDA, Niki Santo Luhur, mengingatkan pentingnya keamanan identitas digital.

“Identitas digital adalah gerbang utama keamanan keuangan kita. dengan rata-rata 874 laporan penipuan setiap hari, kita tidak bisa lagi mengandalkan metode pengamanan tradisional yang mudah dibobol seperti OTP berbasis SMS,” ujarnya.

menurut VIDA, periode nataru menjadi lahan subur bagi penipu.

Data VIDA menunjukkan 80 persen pembobolan akun terjadi karena kerentanan OTP berbasis SMS atau teknik phishing.

Selain itu, penipuan berbasis AI deepfake melonjak 1.550 persen di Indonesia. Penipu menggunakan teknologi AI Voice Cloning untuk meniru suara keluarga,atasan,atau pejabat untuk meminta transfer dana.

OJK mencatat tiga modus penipuan terbesar:

* Fake call/telepon palsu: 39.978 laporan, kerugian Rp1,54 triliun.
* Shopping scam: 64.933 laporan, kerugian Rp1,14 triliun.
* Investment scam bodong: 24.803 laporan, kerugian Rp1,4 triliun.

Masyarakat Indonesia rata-rata baru melaporkan penipuan setelah 12 jam.Keterlambatan ini membuat hanya sedikit dana korban yang bisa diselamatkan.

Bank Indonesia (BI), otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebelumnya telah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

VIDA membagikan tips agar keamanan digital tetap terjaga selama liburan Nataru,salah satunya adalah menghindari penggunaan Wi-Fi publik untuk transaksi perbankan.