Tutup
EkonomiInvestasiNews

Nevi Zuairina Pacu Investasi, Tata Whoosh Lebih Baik

208
×

Nevi Zuairina Pacu Investasi, Tata Whoosh Lebih Baik

Sebarkan artikel ini
terus-merugi,-nevi-zuairina:-beri-ruang-danantara-berinvestasi-dan-perbaiki-tata-kelola-whoosh
Terus Merugi, Nevi Zuairina: Beri Ruang DANANTARA Berinvestasi dan Perbaiki Tata Kelola Whoosh

Jakarta – Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) berpotensi menjadi proyek “white elephant” yang megah namun minim manfaat. Hal ini diungkapkan Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina.

Nevi menyoroti kondisi keuangan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang terus merugi. Ia menilai, langkah korektif mendasar sangat diperlukan.

“Saya di Fraksi PKS mendorong pemerintah melakukan restrukturisasi besar melalui skema joint operation dan spin-off operator Whoosh agar proyek ini bisa beroperasi secara efisien dan transparan,” tegas Nevi dalam keterangan tertulisnya.

Nevi menjelaskan, struktur kepemilikan KCIC saat ini didominasi PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (60%) dan Beijing Yawan HSR Co. Ltd (40%).

Legislator asal Sumatera Barat II ini menilai, entitas baru seperti Danantara perlu diberi ruang masuk ke manajemen dan pengelolaan proyek. Hal ini bisa dilakukan melalui pembelian saham (buyout), divestasi, maupun joint operation strategis.

“danantara bisa menjadi investor strategis yang memperbaiki tata kelola dan membuka peluang investasi jangka panjang tanpa menambah beban utang negara,” ujarnya.

Fraksi PKS mengusulkan empat langkah strategis untuk mengatasi masalah ini.

Pertama,renegosiasi pinjaman dengan China Growth Bank agar tenor diperpanjang dan bunga lebih ringan.

Kedua, optimalisasi pendapatan non-tiket melalui pengembangan kawasan Transit-Oriented Development (TOD) di sekitar stasiun.

Ketiga, rekapitalisasi proyek melalui sovereign wealth fund (Danantara/INA).

keempat, privatisasi sebagian saham KCIC agar tata kelola lebih transparan.

“Proyek ini harus menjadi aset produktif, bukan beban fiskal jangka panjang.Pemerintah harus berani membuka opsi baru agar Whoosh menjadi contoh keberhasilan, bukan simbol pemborosan,” tutup Nevi.