Tutup
NewsTeknologi

Nezar Patria Akui Industri Media Terguncang akibat AI

290
×

Nezar Patria Akui Industri Media Terguncang akibat AI

Sebarkan artikel ini
nezar-patria-akui-industri-media-terguncang-akibat-ai
Nezar Patria Akui Industri Media Terguncang akibat AI

jakarta – Industri media menghadapi tantangan besar sekaligus peluang di era kecerdasan buatan (AI). Perkembangan AI secara basic mengubah lanskap media, mulai dari produksi konten hingga model bisnis.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengungkapkan, AI kini mampu menciptakan konten realistis dengan menggabungkan gambar, audio, dan teks. Hal ini mengguncang pola produksi dan hubungan profesional di industri media.

Nezar menyoroti dua tantangan utama. Pertama, dominasi platform media sosial yang mengendalikan audiens. Kedua, kemunculan AI generatif yang mampu memproduksi konten otomatis, termasuk ringkasan dan naskah berita.

AI generatif dapat mengolah data menjadi tulisan. Namun, hal ini memunculkan masalah hak cipta karena AI dapat meniru gaya penulisan berbagai situs berita.

Maraknya misinformasi juga menjadi perhatian serius. Siapa pun dapat membuat konten tanpa jaminan kredibilitas.

“Kita tidak tahu lagi mana informasi yang benar atau tidak benar. Apalagi dengan AI,kita tidak tahu apakah ini produk buatan AI atau ini produk yang dibuat oleh manusia,” kata Nezar,Kamis (25/9/2025).

Media internasional mulai beradaptasi. New York Times, misalnya, bertransformasi menjadi perusahaan teknologi.Sejumlah media membangun koalisi untuk menjaga otentisitas konten jurnalistik dan membedakan karya jurnalis dari konten buatan AI.

Nezar menegaskan, jurnalisme tetap unggul dalam disiplin verifikasi.

“Disiplin verifikasi ini yang paling penting dan hanya para profesional yang mendedikasikan dirinya untuk mencari akurasi, kebenaran dalam laporan yang bisa dilakukan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.

Pemerintah telah menyiapkan peta jalan nasional AI untuk mendorong pemanfaatan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.

“Kita berharap industri media bisa adaptif dengan perubahan-perubahan yang terjadi ini,” pungkas Nezar.