Tutup
News

NHM Tingkatkan Keselamatan, Kelola Risiko Operasi Pertambangan Berkelanjutan

152
×

NHM Tingkatkan Keselamatan, Kelola Risiko Operasi Pertambangan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
keselamatan-kerja-jadi-fokus-tata-kelola-operasi-pertambangan
Keselamatan Kerja Jadi Fokus Tata Kelola Operasi Pertambangan

Jakarta – keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi kunci utama dalam keberlanjutan operasional dan stabilitas produksi di industri pertambangan.

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menjadikan keselamatan kerja sebagai bagian dari pengelolaan pertambangan yang terstruktur. Hal ini sejalan dengan pedoman keselamatan nasional sektor pertambangan.

Pelaksanaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) 2026 mengacu pada edaran Direktur Teknik dan Lingkungan sekaligus Kepala Inspektur Tambang (KaIT).

Tema BK3N 2026 adalah “Membangun Ekosistem pengelolaan Keselamatan Pertambangan Nasional yang Profesional,Andal,dan Kolaboratif.”

Tema ini menekankan pentingnya kompetensi SDM,sistem pengelolaan risiko,dan koordinasi lintas fungsi.

NHM mengaitkan keselamatan kerja dengan peningkatan kompetensi pekerja dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur.

Perusahaan juga memperkuat sistem pengelolaan keselamatan melalui inspeksi peralatan, pelaporan kondisi tidak aman, dan penerapan praktik keselamatan di seluruh area kerja.General Manager Geology, Resources and Support – Project & Planning NHM, Denny Lesmana, menekankan bahwa keselamatan kerja adalah bagian dari proses operasional sehari-hari.

“Tema BK3N 2026 bukan sekadar slogan, melainkan fondasi dan arah dalam menjalankan operasional tambang secara aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (16/1/2026).

Denny juga menegaskan bahwa pengelolaan keselamatan pertambangan melibatkan seluruh unsur organisasi dan mitra kerja.

NHM melanjutkan penerapan Audit Internal Sistem Manajemen Keselamatan pertambangan (SMKP), Audit Eksternal ISO 14001 dan ISO 45001, penerapan Critical Control Management (CCM), serta Leadership Walk About (LWA).

Instrumen tersebut digunakan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan risiko operasional secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan BK3N 2026 mencakup program kesehatan dan keselamatan pekerja, termasuk kegiatan kesehatan preventif dan sosialisasi keselamatan kerja.

Program-program ini menjadi bagian dari upaya pengelolaan risiko sumber daya manusia di area operasional tambang.