Tutup
InvestasiNews

OJK Edukasi Keuangan, Rangkul Ratusan Juta Peserta

218
×

OJK Edukasi Keuangan, Rangkul Ratusan Juta Peserta

Sebarkan artikel ini
ojk-ungkap-gerakan-nasional-cerdas-keuangan-sudah-jangkau-ratusan-juta-peserta
OJK Ungkap Gerakan Nasional Cerdas Keuangan Sudah Jangkau Ratusan Juta Peserta

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan. Program ini telah menjangkau ratusan juta masyarakat di seluruh Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan hal tersebut saat menjadi pembicara kunci di acara financial Healing.

Friderica menjelaskan bahwa gerakan nasional ini melibatkan seluruh pelaku jasa keuangan.

Hingga Oktober 2025, Gerakan Nasional Cerdas Keuangan telah melaksanakan 42.121 program edukasi dan literasi, menjangkau lebih dari 200 juta peserta atau viewers di seluruh Indonesia.

“Tentu saja ini memerlukan orkestrasi dan juga sinergi dan kolaborasi yang terus menerus antara seluruh pemangku kepentingan,” ujar Friderica, Sabtu (15/11/2025).

Friderica juga menekankan pentingnya literasi keuangan agar masyarakat dapat mengelola keuangan dengan bijak,tangguh,dan berkelanjutan.

OJK berharap generasi muda semakin mampu merencanakan masa depan finansialnya dengan baik.

Namun, friderica mengakui masih banyak tantangan dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Salah satunya adalah maraknya kasus penipuan atau scam.

Data Indonesia Anti-Scam Center per November 2025 mencatat kerugian masyarakat akibat scam mencapai Rp7,3 triliun dengan lebih dari 323 ribu laporan.

“Kalau kita melihat perbandingan dengan negara-negara lain di Anti-Scam Center negara lain, itu mereka satu hari bisa menerima 150-200 laporan. Di kita, sehari kita bisa terima 800-1000 laporan masyarakat yang terkena scam,” ungkap Friderica.

Modus penipuan yang sering terjadi antara lain penipuan transaksi belanja, dengan lebih dari 58 ribu laporan dan kerugian lebih dari Rp1 triliun.