Tutup
Perbankan

OJK Ungkap Aktivitas Ilegal Gerogoti Rp120 Triliun Dana Masyarakat, Ancam Ekonomi

306
×

OJK Ungkap Aktivitas Ilegal Gerogoti Rp120 Triliun Dana Masyarakat, Ancam Ekonomi

Sebarkan artikel ini
ojk-ungkap-rp120-t-uang-warga-lenyap-akibat-aktivitas-keuangan-ilegal
OJK Ungkap Rp120 T Uang Warga Lenyap Akibat Aktivitas Keuangan Ilegal

Jakarta – Kerugian masyarakat akibat investasi bodong dan praktik keuangan ilegal mencapai angka yang mencengangkan,lebih dari Rp120 triliun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan keprihatinannya atas dampak negatif yang ditimbulkan terhadap perekonomian nasional.

Kepala eksekutif Pengawas perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyoroti bahwa kerugian ini menghambat upaya pendalaman pasar keuangan yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Uang-uang itu bukan masuk ke dalam sektor yang produktif, tapi justru hilang karena menjadi korban dari berbagai aktivitas ilegal yang angkanya sudah lebih dari Rp120 triliun,” ujar Kiki, sapaan akrabnya, dalam acara Kampanye Nasional Berantas Scam dan Aktivitas keuangan ilegal di Jakarta, Selasa (19/8).

Kiki menjelaskan, pendalaman pasar dari sisi penawaran (supply) dan permintaan (demand) hanya akan tercapai jika integritas sektor keuangan dijaga bersama. Dana masyarakat yang seharusnya disalurkan ke instrumen investasi dan pembiayaan produktif justru diserap oleh entitas ilegal yang merugikan.

“Bagaimana kita bisa mengharapkan partisipasi masyarakat dari sisi demand, apabila uang-uang itu justru hilang karena menjadi korban dari berbagai aktivitas sektor keuangan ilegal?,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kiki menyatakan bahwa aktivitas ilegal ini tidak hanya menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan yang sah. Kondisi ini dapat menjadi penghambat besar dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional. “Ini sangat menyedihkan, dan saya menggugah Ibu Bapak semua di sini supaya bersama-sama kita menjaga sektor jasa keuangan kita, menjaga masyarakat kita,” terangnya.

OJK berharap, dengan memperkuat ekosistem keuangan yang sehat dan terpercaya, dana masyarakat dapat kembali diarahkan ke sektor-sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Supaya bagaimana kita sama-sama melakukan pendalaman pasar ya, menjaga market dan juga bagaimana kita dapat mendorong dan terus berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi yang sangat kita butuhkan saat ini,” tegasnya.