Tutup
EkonomiInvestasiNews

Ombilin Bangkit: PTBA Targetkan Tambang Beroperasi Lebih Cepat

122
×

Ombilin Bangkit: PTBA Targetkan Tambang Beroperasi Lebih Cepat

Sebarkan artikel ini
serap-1000-tenaga-kerja,-perintah-coo-danantara:-2026-aktifkan-tambang-sawahlunto
Serap 1000 Tenaga Kerja, Perintah COO Danantara: 2026 Aktifkan Tambang Sawahlunto

Jakarta – Kabar gembira untuk Sumatera Barat! PT Bukit Asam (PTBA) berencana mempercepat pengoperasian kembali tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto.

Tambang bersejarah ini semula dijadwalkan aktif kembali pada 2027.

Namun, Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, mendorong agar pembukaan tambang dipercepat menjadi tahun 2026.

“Sekarang (2026) saja,” tegas Dony Oskaria di Jakarta, Selasa (25/2/2026).

Direktur Operasional PTBA, Ilham Yacob, membenarkan rencana tersebut.Saat ini, PTBA tengah mengurus perizinan, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), dan feasibility study (FS).

“Dokumen ini sangat penting, tanpa itu aktivitas tidak bisa dilakukan. jika sudah dibuka, ekosistemnya akan terbentuk dan punya dampak ekonomi yang bagus,” ujar Ilham, rabu siang.

Corporate secretary PTBA, Eko Prayitno, menambahkan bahwa penambangan baru bisa dilakukan setelah semua dokumen lengkap dan mendapat persetujuan pemerintah.

Dokumen tersebut mencakup aspek teknis, analisis biaya operasional, kesiapan tenaga kerja, legalitas, regulasi, dan lingkungan.

Jika tambang dibuka kembali, baik tambang permukaan maupun dalam, diperkirakan akan menyerap sekitar seribu tenaga kerja.

Eko menjelaskan, potensi tambang terbuka di Ombilin mencapai 2 juta ton, sedangkan tambang dalam menyimpan potensi 100 juta ton.

Tambang batu bara Ombilin merupakan salah satu yang tertua di Indonesia. Aktivitasnya menurun drastis sejak 25 tahun lalu, menyebabkan banyak pekerja pergi dan menimbulkan kekhawatiran Sawahlunto akan menjadi kota mati.

Rencana pembukaan kembali tambang ini telah beberapa kali diwacanakan, bahkan investor dari China sempat datang, namun belum terealisasi.

Kepastian pembukaan kembali tambang Sawahlunto pada 2026, seperti yang ditegaskan Dony Oskaria, memberikan angin segar bagi sumatera Barat yang membutuhkan lapangan kerja.

Hal ini juga diharapkan berdampak positif bagi perekonomian Sawahlunto, yang pernah tumbuh pesat berkat keberadaan tambang tersebut.

Deposit batu bara di Ombilin pertama kali ditemukan oleh peneliti muda Belanda,Willem Hendrik de Greve,pada 1867-1868.

Peneliti yang sama sebelumnya juga menemukan deposit timah di Bangka. Bapak geologi Hindia Belanda, RDM Verbeek, mencatat bahwa deposit batu bara di Ombilin mencapai 200 juta ton, terdiri dari 80 juta ton di Parambahan, 90-an juta ton di Sungai Durian, dan 4 juta ton di Lurah Gadang.

pemerintah Hindia Belanda secara resmi membuka tambang ini pada 28 Desember 1891, melalui surat keputusan pemerintah tanggal 4 Januari 1892, Nomor 2, Tahun 1892.

Pembukaan tambang ini juga diiringi dengan pembangunan jaringan kereta api, pembukaan Pelabuhan Emmahaven (Teluk Bayur), dan pembangunan pabrik semen di Indarung, yang memicu industrialisasi di Sumatra’s Westkust.

Aset-aset tersebut diwariskan hingga sekarang, bahkan Semen Padang terus berkembang menjadi perusahaan yang semakin besar.