Tutup
News

Oracle Pangkas Ribuan Karyawan Global Akibat Restrukturisasi Bisnis

391
×

Oracle Pangkas Ribuan Karyawan Global Akibat Restrukturisasi Bisnis

Sebarkan artikel ini
oracle-phk-besar-besaran,-lebih-dari-3.000-karyawan-di-berbagai-negara-jadi-korban
Oracle PHK Besar-besaran, Lebih dari 3.000 Karyawan di Berbagai Negara Jadi Korban

Jakarta – Raksasa perangkat lunak, Oracle, kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawannya di berbagai negara. Gelombang PHK ini menambah daftar panjang perusahaan teknologi yang melakukan efisiensi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Restrukturisasi besar-besaran menjadi alasan utama Oracle melakukan PHK. Perusahaan berdalih penyesuaian prioritas bisnis dan tekanan biaya menjadi penyebab utama.

Menurut laporan DataCenter Dynamics, lebih dari 3.000 karyawan Oracle telah dirumahkan sejak Agustus lalu. PHK ini meluas ke berbagai lini bisnis perusahaan.

Dampak PHK dirasakan oleh karyawan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, India, Filipina, Kanada, hingga Eropa.

Putaran PHK terbaru ini tidak hanya menyasar tim Oracle Cloud Infrastructure (OCI). Karyawan Oracle Health (sebelumnya Cerner), arsitek, dan divisi korporat lainnya juga terdampak.

Di Filipina, seluruh tim Oracle advanced Customer Services (ACS) dan NetSuite Global Business Unit (NSGBU) diberhentikan usai rapat “Business Update”.

Di Amerika Serikat, PHK menyasar karyawan Oracle Health, termasuk bidang Care Delivery dan consulting.

Departemen Keamanan Kerja Negara Bagian Washington mengonfirmasi 101 PHK di Seattle. Jumlah ini menambah 161 PHK yang diumumkan pada Agustus.

Karyawan di bagian teknologi dan fungsi dukungan di india juga terkena dampak PHK.

Meski belum ada pernyataan resmi dari Oracle, laporan industri menyebut lebih dari 3.000 pekerja di seluruh dunia telah diberhentikan.

Oracle mengakuisisi Cerner pada 2022 senilai US$28,3 miliar. Akuisisi ini menjadikan perusahaan teknologi kesehatan itu sebagai motor utama pertumbuhan. Namun, PHK ini menandakan restrukturisasi yang lebih luas di tengah perubahan prioritas dan tekanan efisiensi biaya.