Tutup
NewsRegulasi

Padang Berbenah, Bidik Adipura lewat Pengelolaan Sampah

251
×

Padang Berbenah, Bidik Adipura lewat Pengelolaan Sampah

Sebarkan artikel ini
kota-padang-fokus-kelola-sampah-tanpa-sisa
Kota Padang Fokus Kelola Sampah Tanpa Sisa

Padang – Pemerintah Kota Padang terus berupaya meningkatkan pengelolaan sampah secara komprehensif demi meraih penghargaan Adipura.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang menjadikan pengelolaan sampah yang optimal sebagai strategi utama untuk mencapai target tersebut.

Kepala Bidang Program Pengembangan Komunikasi dan Kemitraan Lingkungan DLH Kota Padang, Fuad Syukri, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah menjadi kunci utama dalam penilaian Adipura 2025.

Hal itu disampaikannya saat kegiatan persiapan penilaian Adipura 2025 di Masjid Agung Nurul Iman, Kamis (21/8/2025).

“Target strategis penilaian Adipura adalah mendorong seluruh daerah,termasuk kota Padang,untuk mampu mengelola sampah hingga 100 persen,” ujarnya.

Fuad menjelaskan, selama ini sebagian besar daerah masih menerapkan sistem pembuangan terbuka (open dumping) yang menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Ke depan, pola pengolahan tersebut harus bergeser agar sampah dapat dikelola secara tuntas. “Ini tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, melainkan butuh perencanaan jangka panjang,” jelasnya.

Pemerintah Kota (Pemko) Padang telah menyiapkan langkah-langkah strategis, salah satunya adalah penguatan lembaga pengolah sampah, termasuk bank sampah dan TPS 3R.

Saat ini, Kota Padang memiliki sekitar 100 bank sampah, namun pengelolaannya masih perlu ditingkatkan agar lebih optimal.

Selain itu, fuad menambahkan, mulai tahun 2026, Pemko juga menganggarkan pembangunan beberapa TPS 3R dan tempat pengolahan sampah terpadu.

“Prinsipnya sederhana, memilah untuk mengolah. Harapannya, warga Padang membiasakan diri memilah sampah dari rumah. Dengan begitu,sampah yang terkumpul bisa benar-benar diolah,bukan hanya dipindahkan ke TPA,” katanya.

Fuad juga menekankan bahwa fokus utama dalam jangka pendek adalah memastikan tidak ada lagi sampah yang tercecer, masuk ke TPS liar, dibakar di rumah, atau dibuang sembarangan ke laut maupun sungai. Langkah tersebut menjadi syarat mutlak dalam penilaian Adipura.

Terkait indikator penilaian, Fuad menegaskan bahwa pengelolaan sampah adalah faktor kunci yang akan menentukan perolehan nilai.

Pihaknya mendorong kolaborasi dengan berbagai stakeholder, mulai dari bank sampah, penggiat maggot Black Soldier Fly (BSF), sektor informal pengepul sampah organik, hingga dunia industri. Dukungan dari perusahaan seperti PT Semen Padang dan PT Pegadaian melalui dana CSR juga dinilai sangat membantu.

“Saat ini nilai sementara Kota padang berada di angka 66,25. Target kita adalah naik signifikan agar bisa meraih Piala Adipura tahun ini, bahkan melangkah ke Adipura Kencana dengan nilai minimal 85. Faktor kuncinya tetap satu: semua sampah harus terkelola,” tegas Fuad.