Tutup
News

Padang Kukuhkan Fauzi Bahar, Gubernur Tekankan Jaga Adat

252
×

Padang Kukuhkan Fauzi Bahar, Gubernur Tekankan Jaga Adat

Sebarkan artikel ini
pengukuhan-prof.-fauzi-bahar-sebagai-penghulu-suku-koto,-gubernur-mahyeldi:-jaga-amanah-kaum-dengan-keteladanan
Pengukuhan Prof. Fauzi Bahar sebagai Penghulu Suku Koto, Gubernur Mahyeldi: Jaga Amanah Kaum Dengan Keteladanan

PADANG – gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memberikan apresiasi atas pengukuhan Prof. Fauzi Bahar sebagai penghulu suku Koto kenagarian koto Tangah. Gelar adat ini dinilai sebagai amanah besar yang harus dijaga.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam acara Penjamuan Batagak penghulu Koto Kanagarian Koto Tangah di Kelurahan Ikur Koto, Kecamatan koto Tangah, Sabtu (11/10/2025).

Kepala Badan Kesbangpol Sumbar, mursalim, mewakili Gubernur Mahyeldi membacakan sambutan. ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran gubernur dan wakil gubernur karena tugas dinas.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prof. Fauzi Bahar atas pengukuhannya sebagai penghulu,” ujar Mursalim.

Gubernur Mahyeldi menekankan pentingnya sinergi antara adat dan pemerintahan. Keduanya merupakan pilar utama dalam menjaga tatanan sosial dan memperkuat pembangunan di Sumatera Barat.

“Adat dan pemerintahan harus berjalan seiring,” tegas Mahyeldi. “Nilai-nilai adat yang luhur menjadi landasan moral, sementara pemerintahan menjadi instrumen kemajuan.”

Mahyeldi mengajak masyarakat untuk terus meneguhkan falsafah “Adat basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Falsafah ini menjadi pedoman hidup masyarakat Minangkabau dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan dunia dan kemuliaan akhlak.

Acara tersebut dihadiri berbagai tokoh penting daerah dan nasional. Perwakilan dari Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Pekerjaan Umum, dan kementerian Pertanian turut hadir.Anggota DPR RI dan DPD RI asal Sumbar, Lisda Hendra Joni dan H. Arisal Aziz, juga tampak hadir. Unsur Forkopimda Sumbar, kepala daerah se-Sumatera Barat, serta tokoh masyarakat dan akademisi turut memeriahkan acara.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah dalam suasana kekeluargaan. Antusiasme masyarakat mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan penghormatan terhadap adat.