Tutup
News

Padang Optimalkan Pengelolaan Sampah, Jadi Percontohan Sumatera

247
×

Padang Optimalkan Pengelolaan Sampah, Jadi Percontohan Sumatera

Sebarkan artikel ini
kota-padang-jadi-based-practice-pengelolaan-sampah-di-sumatera
Kota Padang Jadi Based Practice Pengelolaan Sampah di Sumatera

Padang – Kota Padang ditunjuk sebagai based practice pengelolaan sampah di Sumatera dalam Program Nasional Integrated Solid Waste Management Program (ISWMP), namun volume sampah yang tinggi menjadi tantangan utama. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah perkotaan secara terpadu.

Kepala Balai Penataan bangunan, Prasarana, dan Kawasan sumatera Barat (BPBPK sumbar), Maria Doeni Isa, menyoroti perlunya percepatan kinerja pengolahan sampah di Kota Padang. Hal tersebut ia sampaikan saat Lokakarya Pelaksanaan Penguatan Peran Aktif Masyarakat Terhadap Sistem Pengelolaan Sampah kota Padang, Selasa (12/8/2025).

Maria menjelaskan, rata-rata timbulan sampah di Kota Padang mencapai 643 ton per hari. “Dari jumlah itu, 466,49 ton masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terakhir (TPST) dan 136,38 ton berhasil dikurangi melalui pemilahan,” ujarnya di salah satu hotel di padang.

Data menunjukkan bahwa baru sekitar 40,13 persen sampah yang berhasil dipilah, sementara sisanya belum terolah dan langsung berakhir di TPST. Kondisi ini, menurut Maria, menuntut penguatan peran masyarakat dan lembaga pengelola.

Perubahan paradigma pengelolaan sampah dari sekadar membuang menjadi memilah dan mengolah sejak dari sumbernya juga menjadi kunci. Maria mengingatkan potensi kerusakan lingkungan akibat sampah yang tidak dipilah dengan benar, khususnya limbah domestik. Dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari pencemaran air dan udara, hingga ancaman kesehatan bagi kelompok rentan.”Menjadi based practice merupakan momentum untuk membuktikan bahwa kita bisa lebih baik lagi dan menjadi contoh yang benar-benar ideal bagi daerah lain di Sumatera,” tegas Maria.