Tutup
Regulasi

Pasar Saham 2026: Peluang Investasi di Tengah Volatilitas?

133
×

Pasar Saham 2026: Peluang Investasi di Tengah Volatilitas?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Pasar saham global mengawali tahun 2026 dengan optimisme, meskipun volatilitas tetap menjadi perhatian utama. Sentimen positif ini didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat dan kinerja perusahaan yang solid.

Menurut pengamat pasar modal, Hans Kwee, tren penguatan pasar diperkirakan akan berlanjut, didorong oleh kebijakan moneter yang mendukung dan kinerja korporasi yang menggembirakan.

Di Amerika Serikat, pasar saham diprediksi akan melanjutkan reli, namun dengan fluktuasi yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Faktor-faktor yang menopang valuasi saham termasuk pertumbuhan laba perusahaan, kebijakan Federal Reserve yang lebih akomodatif, dan stimulus fiskal yang masih ekspansif.

Menariknya, pertumbuhan laba di AS tidak lagi hanya bergantung pada saham-saham berkapitalisasi besar, melainkan mulai menyebar ke berbagai sektor dan emiten, memperkuat fondasi pasar secara merata.

The Fed diperkirakan akan bergerak menuju posisi suku bunga netral, dengan potensi dua kali pemangkasan suku bunga pada bulan Maret dan Juni.

Sementara itu, bursa Eropa mencatatkan kinerja impresif sepanjang tahun 2025, dengan indeks-indeks utama mencetak kinerja tahunan terkuat sejak 2021.

Kinerja ini didorong oleh kombinasi penurunan suku bunga, komitmen ekspansi fiskal dari Jerman, dan langkah investor yang mendiversifikasi portofolio dari saham teknologi AS yang dianggap sudah mahal.

“Kinerja bursa Eropa diperkirakan akan berlanjut di tahun 2026,” ujar Hans.

Untuk pasar domestik, Hans menilai prospek saham Indonesia masih cukup menjanjikan.

IHSG dinilai memiliki ruang penguatan dengan katalis positif, termasuk diplomasi dagang Indonesia dengan Amerika Serikat dan kondisi ekonomi dalam negeri yang tetap solid.

“Pekan depan ada data inflasi Indonesia yang diperkirakan relatif rendah dan neraca perdagangan Indonesia diperkirakan kembali positif,” jelasnya.

“Di akhir pekan ada data tenaga kerja AS. IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan support di level 8.664 sampai level 8.537 dan resistance di level 8.776 sampai level 8.800,” pungkasnya.