Tutup
BisnisTeknologiTelekomunikasi

Pelni Tingkatkan Konektivitas Kapal, Andalkan Satelit LEO

109
×

Pelni Tingkatkan Konektivitas Kapal, Andalkan Satelit LEO

Sebarkan artikel ini
pelni-dan-buanterone-menerapkan-siskomkap-berbasis-satelit-leo
Pelni dan BuanterOne Menerapkan SisKomKap Berbasis Satelit LEO

Jakarta – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni terus berupaya memodernisasi layanan. Terbaru, Pelni melakukan transformasi digital di sektor maritim nasional.

Langkah ini diwujudkan dengan mengimplementasikan Sistem Komunikasi Kapal (SisKomKap) berbasis satelit orbit rendah Bumi (LEO).

Pelni menggandeng BuanterOne, penyedia layanan telekomunikasi satelit di bawah naungan PT Dwi Tunggal Putra (DTP), dalam kerja sama strategis ini.

Kerja sama ini akan berlangsung selama periode 2026–2029.

Penandatanganan kerja sama dilakukan di atas KM Nggapulu yang tengah bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

pemilihan lokasi ini menunjukkan komitmen Pelni dalam menghadirkan teknologi langsung ke operasional pelayaran.

Sebelumnya,Pelni menggunakan layanan telekomunikasi berbasis satelit geostationary Earth orbit (GEO).

Satelit LEO memiliki keunggulan latensi rendah, sekitar 70-100 milidetik (ms), setara dengan fiber optik.

Sementara satelit GEO memiliki latensi lebih tinggi, sekitar 550-1.500 ms atau lebih, sehingga koneksinya lebih lambat.

Implementasi satelit LEO menjadi fondasi utama penguatan SisKomKap Pelni.

Teknologi ini menawarkan bandwidth tinggi dan latensi rendah,memungkinkan konektivitas data dan komunikasi stabil dan real-time.

Konektivitas ini termasuk saat kapal beroperasi di wilayah perairan terpencil dan terdalam Indonesia.

Layanan yang diberikan mencakup internet satelit LEO berkecepatan tinggi, sistem pemantauan kapal berbasis VMS dan AIS.

Sistem ini juga dilengkapi pemantauan on-time performance secara real-time untuk menjaga ketepatan jadwal pelayaran.

Selain itu, sistem ini dilengkapi layanan komunikasi suara melalui SatPhone dan VoIP, infrastruktur Wi-Fi kapal, serta out-of-band management.

Implementasi SisKomKap berbasis satelit ini diharapkan mengoptimalkan proses bisnis Pelni.

Sistem ini akan menghubungkan kantor pusat dan armada secara real-time.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Pelni, anik Hidayati, menegaskan modernisasi sistem komunikasi kapal merupakan bagian dari penerapan GCG.

“Pemanfaatan teknologi satelit LEO BuanterOne di seluruh armada Pelni merupakan wujud nyata digitalisasi maritim,” ujar Anik, Rabu, 28 Januari 2026.

“Ini bukan semata soal teknologi, tetapi menyangkut keselamatan pelayaran, efisiensi operasional, serta kenyamanan penumpang sebagai prioritas utama kami,” tambahnya.