Jakarta – Wakil Menteri Koperasi (wamenkop) Ferry Juliantono menyatakan, sebanyak 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih telah terbentuk di seluruh Indonesia hingga akhir Juni 2025. Hal itu disampaikan saat Dialog Monitoring Kopdes Merah Putih di Manokwari, Papua Barat, Sabtu (28/6/2025).
Ferry yang juga menjabat sebagai Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes merah Putih, mengatakan kehadirannya bertujuan untuk terus mendorong wilayah-wilayah yang belum menyelesaikan 100 persen. “maka, kehadiran saya adalah untuk terus mendorong supaya wilayah-wilayah yang belum menyelesaikan 100 persen, kita minta untuk ikut menyelesaikan,” katanya.
Lebih lanjut, Ferry menjelaskan bahwa Papua Barat memiliki posisi penting dalam pengembangan programme ini. Menurutnya, kehadiran Kopdes/Kel Merah Putih di wilayah ini tidak hanya untuk memenuhi target pembentukan koperasi secara nasional, tetapi juga untuk mendorong kesejahteraan masyarakat desa dan pesisir.
Ia menambahkan,di Papua Barat akan dibentuk kopdes percontohan (mock-up) dengan dua pendekatan,yaitu satu di wilayah pertanian dan satu lagi di wilayah pesisir. Nantinya, koperasi percontohan ini akan mendapat pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
Wamenkop juga menyampaikan bahwa mulai Juli hingga Oktober 2025 akan menjadi tahap krusial dalam pengembangan koperasi desa ini. Fokus akan bergeser pada persiapan model bisnis, pelatihan SDM, hingga pembentukan pengurus dan pengawas koperasi. “Jadi, tiga bulan ini kita masuk tahap yang kedua, tahap yang sebenarnya juga makin membutuhkan kerjasama. Karena, ini juga tahap yang tidak mudah,” ujarnya.
Satgas sendiri akan menyiapkan modul pelatihan terpadu agar koperasi-koperasi desa ini tidak hanya terbentuk secara administratif, tapi juga mampu beroperasi secara profesional dan berkelanjutan. Ferry berharap di Papua Barat sudah ada percontohan Kopdes/Kel Merah Putih yang nantinya akan mendapat pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir. “Saya berharap di Papua Barat sudah ada percontohan Kopdes/Kel Merah Putih yang nantinya akan mendapat pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir,” ujarnya pada Sabtu (28/6/2025).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat mengajukan pinjaman dana ke bank-bank negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) mulai 1 Juli 2025.
Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan usai Rapat Koordinasi Satuan Tugas Nasional Percepatan Pembentukan Koperasi desa/Kelurahan Merah Putih seperti dikutip dari Antara, Kamis (26/6/2025). “Kami barusan rapat koordinasi untuk persiapan, 1 Juli (2025) uang sudah bisa dipinjam, sudah bisa, plafon kredit sudah bisa digunakan, plafonnya, bukan membagikan ya, (tapi) plafon pinjaman sudah bisa digunakan,” ujar Zulkifli.







