Tutup
Perbankan

Pemerintah: Importir AS Mulai Kekurangan Cengkeh Imbas Radiasi Cesium

196
×

Pemerintah: Importir AS Mulai Kekurangan Cengkeh Imbas Radiasi Cesium

Sebarkan artikel ini
pemerintah:-importir-as-mulai-kekurangan-cengkeh-imbas-radiasi-cesium
Pemerintah: Importir AS Mulai Kekurangan Cengkeh Imbas Radiasi Cesium

Jakarta – Ekspor cengkeh Indonesia ke Amerika Serikat (AS) terhambat akibat temuan kontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137). Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memberlakukan import alert terhadap komoditas tersebut.

Kondisi ini menyebabkan kelangkaan stok cengkeh Indonesia di sejumlah importir AS. Pemerintah Indonesia bergerak cepat untuk mengatasi masalah ini.

satgas Penanganan Cs-137 telah diterjunkan ke Surabaya, Pati, dan Lampung untuk menelusuri sumber kontaminasi dan lokasi pengolahan cengkeh.

Ketua Divisi Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas Penanganan Cs-137,Bara Hasibuan,menjelaskan permintaan rempah di AS meningkat menjelang Thanksgiving,Natal,dan Tahun Baru.

“Beberapa gudang importir rempah di AS yang biasa menyimpan rempah-rempah asal Indonesia saat ini telah mengalami kekosongan karena permasalahan ini,” ujar Bara.

FDA mengapresiasi langkah cepat pemerintah Indonesia. bara memastikan pasar ekspor cengkeh Indonesia ke AS tetap terbuka.

Satgas juga menjalin komunikasi dengan otoritas perdagangan AS untuk memastikan kepatuhan Indonesia terhadap standar keamanan produk.

“Kami sepakat untuk melakukan kerja sama dan koordinasi untuk memastikan Indonesia dapat melakukan compliance atas import alerts yang dikeluarkan oleh US FDA,” kata Bara.

Import alert yang diterapkan FDA sejak 3 Oktober 2025 bukan merupakan larangan total. Status ini terbagi menjadi dua kategori: red list dan yellow list,dengan mekanisme pemulihan yang berbeda.

Perusahaan dalam kategori yellow list dapat kembali mengekspor setelah memperoleh sertifikasi bebas radioaktif dari otoritas Indonesia.

Sementara perusahaan dalam kategori red list harus menjalani proses petisi, verifikasi, dan sertifikasi oleh lembaga independen yang terakreditasi FDA.

Pemerintah Indonesia dan otoritas AS sepakat bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan menjadi lembaga penerbit sertifikat resmi untuk ekspor rempah Indonesia ke AS.

“BPOM juga selama ini merupakan counterpart utama US FDA di Indonesia,” jelas Bara.

BPOM akan bekerja sama dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dan Badan riset dan Inovasi nasional (BRIN) untuk memastikan sertifikasi sesuai kaidah internasional.

Saat ini, import alert berlaku terhadap seluruh produk rempah asal Jawa dan Lampung.

pemerintah tengah bernegosiasi agar pembatasan hanya diberlakukan pada produk cengkeh dari wilayah Lampung.

Tim juga akan melakukan pemetaan radioaktif lingkungan di sekitar lokasi yang terindikasi mengandung Cs-137 di lampung Selatan.

Pemerintah memastikan sumber paparan Cs-137 berasal dari wilayah Lampung, bukan dari pabrik pengolahan di Surabaya.