Tutup
News

Pemerintah Mulai Produksi Kedelai dan Bawang Putih untuk Tekan Impor

214
×

Pemerintah Mulai Produksi Kedelai dan Bawang Putih untuk Tekan Impor

Sebarkan artikel ini
pemerintah-mulai-produksi-kedelai-dan-bawang-putih-untuk-tekan-impor
Pemerintah Mulai Produksi Kedelai dan Bawang Putih untuk Tekan Impor

Jakarta – Pemerintah Indonesia tengah berupaya mengurangi ketergantungan impor pada komoditas pangan strategis dengan memacu produksi dalam negeri, khususnya untuk kedelai dan bawang putih. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan dan memperkuat sektor pertanian nasional.

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian koordinator Bidang perekonomian, Nani Hendiarti, produksi kedua komoditas tersebut telah dimulai meskipun belum dalam skala besar. “Kedelai sudah mulai (produksi). Jadi, ada beberapa komoditas, setahu saya itu bawang putih dan kedelai juga, untuk mengurangi impor,” ujarnya di Jakarta, Jumat (27/6/2025).

Nani menjelaskan bahwa produksi kedelai telah berjalan dengan target-target awal yang telah ditetapkan. Sementara itu, bawang putih menjadi perhatian utama karena ketergantungan impor mencapai 95 persen dari kebutuhan nasional. Pemerintah kini berupaya mengatasi kendala ketersediaan benih di beberapa wilayah potensial. “Kendalanya karena bawang putih itu impornya memang di atas 90 persen, sekitar 95 persen. Nah, isunya itu tidak ada bibitnya.Jadi, sekarang sedang disiapkan,” jelasnya.

Sumatra Utara dan beberapa wilayah di Pulau Jawa disebut sebagai lokasi awal pengembangan produksi bawang putih. “Kalau wilayah produksi kedelai saya lupa, ya. Tapi untuk bawang putih, saya ingat ada dua tempat di Sumatra Utara, lalu di Jawa juga,” kata Nani. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada potensi masing-masing daerah. “Tapi itu tergantung potensinya. Kalau soal spasialnya saya belum terlalu ingat. Tapi produksi kedelai dan bawang putih itu sudah mulai. nanti bisa ditanyakan ke Kementerian Pertanian agar datanya lebih akurat,” imbuhnya.

Pemerintah berharap intervensi ini dapat meningkatkan kapasitas produksi nasional, mendorong partisipasi petani lokal, dan memperkuat ekosistem pertanian berkelanjutan. Meskipun demikian,Nani tidak memberikan rincian mengenai luas lahan maupun target produksi yang ditetapkan. “Karena baru mulai, jadi ini masih pada tahap target-target awal yang belum terlalu luas. tapi memang ini dalam konteks mengurangi impor,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menyiapkan 10 ribu bibit kedelai unggul untuk meningkatkan produksi nasional. “Kita mulai uji coba tahun ini. Kalau berhasil, akan kita lanjutkan.Sebenarnya bukan uji coba sih,kemarin kami minta 10 ribu bibit,tapi harus dikawal,” kata Amran saat ditemui di sela Rapat Koordinasi nasional bersama 37 ribu penyuluh pertanian secara daring dan luring di jakarta,Sabtu (26/4/2025). Ia menekankan bahwa program ini harus menghasilkan produktivitas minimal tiga ton per hektare untuk memastikan keberhasilan di tingkat nasional.