Tutup
Perbankan

Pentingnya Kolaborasi Swasta dan Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan hingga Kualitas SDM

255
×

Pentingnya Kolaborasi Swasta dan Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan hingga Kualitas SDM

Sebarkan artikel ini
pentingnya-kolaborasi-swasta-dan-pemerintah-perkuat-ketahanan-pangan-hingga-kualitas-sdm
Pentingnya Kolaborasi Swasta dan Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan hingga Kualitas SDM

Jakarta – Pemerintah terus berupaya mempercepat program-program prioritas yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan, dengan salah satu fokus utama adalah peningkatan gizi dan akses pangan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi andalan dalam upaya memenuhi hak dasar atas pangan dan gizi bagi anak-anak serta kelompok rentan,termasuk ibu hamil dan menyusui.

Hingga 22 Juni 2025, program ini telah menjangkau 5,2 juta penerima manfaat.Kemenko Perekonomian menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target program. Dalam acara Gotong Royong Makan Bahagia Gratis di SDN Petojo Selatan 06, Jakarta Pusat, Haryo limanseto menyampaikan bahwa persoalan gizi, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan masih menjadi tantangan besar. Ia menambahkan, “Tentunya hal ini bila tidak segera diatasi akan menjadi kendala utama dalam mencapai Indonesia Emas yang membutuhkan SDM yang berkualitas.”

Sektor swasta turut memberikan dukungan melalui organisasi Matahari Pagi Indonesia,yang menginisiasi Program Makan bahagia Gratis. Dahnil Anzar Simanjuntak dari Matahari Pagi Indonesia menjelaskan bahwa program ini bertujuan mendukung kebijakan pemerintah dengan memberikan makan kepada sekolah yang belum terjangkau Program MBG.

“Ke depan juga mungkin polanya kami akan juga mengontrol kualitas, di beberapa tempat mungkin kita buat ini satu tahun ke depan,” ujar Dahnil. Ia menambahkan, “Misalnya di Jakarta pun salah satunya sekolah ini sebagai contoh, nanti ada beberapa daerah di Indonesia, itu yang sedang kita lakukan. Ini sebenarnya bentuk peran dari kelompok masyarakat, pengusaha untuk mengamplifikasi dari program pak Prabowo.”

Selain pemenuhan gizi,program ini juga memberdayakan UMKM setempat sebagai penyedia makanan.Jusuf Hamka dari Matahari Pagi Indonesia menyampaikan bahwa pihaknya berpikir apa yang harus diberikan untuk negeri. “Negeri ini tidak bisa kita lepaskan kepada Pemerintah saja, yang swasta-swasta juga harus bergandengan tangan membantu Pemerintah, negeri ini butuh kita-kita untuk membangun negeri ini,” katanya.Implementasi program Makan Bahagia Gratis di SDN Petojo selatan 06, yang melibatkan 234 siswa, merupakan lokasi kedua setelah sebelumnya dilakukan di Kabupaten Bandung Barat.Program ini mendapat sambutan positif dari siswa, guru, wali murid, dan UMKM kantin setempat.

Haryo menyampaikan apresiasi atas dukungan sektor swasta dan sinergi berbagai pihak dalam mempercepat visi pemerintah. Ia menambahkan bahwa pelibatan UMKM dalam program ini sejalan dengan semangat Program MBG pemerintah dan dapat mendorong perekonomian daerah. Pemerintah terus mendorong UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia, dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap PDB nasional dan menyerap hampir 97% tenaga kerja.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris kota Administrasi Jakarta Pusat Denny Ramdani serta anggota organisasi matahari Pagi Indonesia.