Tutup
Perbankan

Peringati HUT ke-52 BMHS, RSU Bunda Padang Gelar Khitanan Massal Gratis

222
×

Peringati HUT ke-52 BMHS, RSU Bunda Padang Gelar Khitanan Massal Gratis

Sebarkan artikel ini
peringati-hut-ke-52-bmhs,-rsu-bunda-padang-gelar-khitanan-massal-gratis
Peringati HUT ke-52 BMHS, RSU Bunda Padang Gelar Khitanan Massal Gratis

PADANG – Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda Padang menggelar kegiatan khitanan massal gratis bagi 61 anak dari keluarga kurang mampu di Kota Padang. Kegiatan sosial ini dilaksanakan pada Jumat (27/6/2025) sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 RS Bunda Group/BMHS (Bundamedik Healthcare System).

Sejak Jumat (27/6/2025) pagi,RSU Bunda Padang dipenuhi oleh puluhan anak-anak yang didampingi orang tua mereka. Puluhan tenaga medis juga tampak hadir dan siap memberikan pelayanan dengan fasilitas tempat tidur yang telah disiapkan.

Direktur RSU Bunda Padang, dr. Helgawati, MM, menjelaskan bahwa kegiatan khitanan massal gratis ini merupakan bagian dari programme Corporate Social Duty (CSR) rumah sakit. “Ini CSR kita tahap II dalam bentuk sunatan massal terhadap sebanyak 61 orang.Masih banyak yang ingin mendaftar, itupun jumlahnya kita batasi sesuai kuota,” terangnya.

Helgawati menambahkan, RSU Bunda Padang secara rutin memperingati HUT RS Bunda Group setiap tahunnya dengan mengadakan program CSR yang berbeda-beda. Pada tahun sebelumnya, program CSR yang dilaksanakan adalah pembersihan sungai di sekitar rumah sakit. Sementara itu, pada tahun 2023, program yang dijalankan berupa penyaluran air bersih untuk masyarakat di Kecamatan Bungus Teluk Kabung. “Jadi program CSR kita berbeda tiap tahun ini,” ujarnya.

Menurut Helgawati,pemilihan khitanan massal gratis sebagai program CSR tahun ini merupakan hasil kesepakatan bersama dari manajemen rumah sakit. Ia menilai bahwa kegiatan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini.

Helgawati juga mengungkapkan bahwa kuota pelaksanaan khitanan massal di RSU Bunda Group secara keseluruhan adalah seribu anak. Khusus untuk RSU Bunda Padang, selama dua tahapan pelaksanaan, telah melaksanakan khitanan terhadap lebih dari seratus anak.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah anak-anak terlihat cemas saat menunggu giliran. Beberapa di antara mereka tampak santai dan bergembira, namun wajah tegang mulai muncul saat dipanggil menuju tempat tidur. Bahkan, ada yang menangis atau bermain handphone untuk menghilangkan rasa cemas.