Tutup
EnergiPerbankan

Pertamina Bangun Energi Desa, Tingkatkan Ketahanan Pangan Nasional

256
×

Pertamina Bangun Energi Desa, Tingkatkan Ketahanan Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini
pertamina-dorong-ketahanan-pangan-lewat-desa-energi-berdikari
Pertamina Dorong Ketahanan Pangan Lewat Desa Energi Berdikari

jakarta – PT Pertamina (Persero) dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) berkolaborasi untuk mempercepat kemandirian pangan dan energi nasional. Sinergi ini sejalan dengan Asta Cita Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Kemitraan strategis ini diresmikan melalui penandatanganan nota Kesepahaman (MoU) pada 16 Oktober 2025, bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia.

MoU ini menjadi landasan bagi perumusan kebijakan dan program berkelanjutan di bidang pangan dan energi.

Kemenko Pangan akan fokus pada implementasi Program Lahan Sawah yang dilindungi (LSD) dan pengembangan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air nasional (KSPEAN).

Sementara itu, Pertamina akan mengoptimalkan program Desa Energi Berdikari (DEB) untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

Program DEB sendiri telah berjalan sejak 2019 dan semakin berkembang saat pandemi Covid-19, memberikan dukungan ekonomi dan energi bagi masyarakat desa.

Corporate Secretary Pertamina, arya Dwi Paramita, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menyediakan akses energi terbarukan yang produktif bagi masyarakat.

“Prinsip awalnya adalah masyarakat harus punya energi, bukan energi fosil, tetapi energi baru terbarukan seperti biogas, air, dan surya,” ujar Arya.

“Energi itu kemudian kita dorong agar menjadi pengungkit ketahanan pangan,” imbuhnya.

Pertamina telah mengembangkan 252 Desa Energi Berdikari di seluruh Indonesia, dengan 156 di antaranya bergerak di sektor pertanian.

Pemanfaatan energi surya dan biogas terbukti meningkatkan produksi pertanian hingga 15.000 ton per panen secara kumulatif, terutama dalam pengairan dan pengeringan hasil panen.

“Ketika musim kemarau dan pengairan menjadi tantangan, mesin berbasis solar panel tetap bekerja,” tegas Arya.

“Ketika energi hadir, pangan ikut tumbuh,” lanjutnya.

Arya menambahkan bahwa dukungan Pertamina terhadap ketahanan pangan adalah bagian dari tanggung jawab strategis sebagai BUMN energi.

“Bapak Presiden sudah menetapkan pangan dan energi sebagai dua prioritas pertama dalam asta Cita,” kata Arya.

“Ketika energi menjadi fondasi,Pertamina hadir untuk memastikan desa-desa kita bisa mandiri,berdaya,dan tumbuh,” pungkasnya.

deputi bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti, menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam mempercepat pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air.

“energi menjadi fondasi.Di mana ada energi, di situ hadir Pertamina. Dan di mana energi hadir, di situ ketahanan pangan bisa dibangun,” kata Widiastuti.

Widiastuti juga menyoroti relevansi pengalaman Pertamina dalam membina desa melalui DEB dengan kebutuhan pemerintah saat ini.

Kerja sama ini berawal dari diskusi pada peringatan Hari Susu Nasional, yang kemudian berkembang menjadi upaya bersama untuk meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ekonomi desa.

Salah satu kunci keberhasilan DEB adalah keberadaan “local hero” atau tokoh desa yang menjadi penggerak implementasi energi terbarukan dan pengembangan usaha masyarakat.

“DEB membantu desa tumbuh lebih cepat. Energi terbarukan mendorong ketahanan pangan, UMKM, hingga peningkatan pendapatan masyarakat,” kata Widiastuti.

“Ini sangat sesuai dengan arah kebijakan Asta Cita,” imbuhnya.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi pertanian nasional,menghadapi tantangan seperti perubahan iklim,kebutuhan energi irigasi,dan kesenjangan akses teknologi di wilayah terpencil.

Model Desa Energi Berdikari yang diterapkan Pertamina dinilai mampu menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan triple bottom line: energi bersih, peningkatan kapasitas masyarakat, dan penguatan ekonomi desa.

Sinergi Pertamina dan Kemenko Pangan diharapkan menjadi model pembangunan yang berkelanjutan,menjawab kebutuhan energi dan pangan saat ini,serta menyiapkan fondasi ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang.